- Pulau Padar terletak di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Pulai ini dapat diakses menggunakan jalur laut.
- Perjalanan laut dari Labuan Bajo memerlukan waktu satu hingga empat jam tergantung jenis transportasi kapal.
Open Trip Kapal Phinisi (3D2N): Sekitar Rp2.500.000 – Rp5.000.000+ per orang tergantung fasilitas kapal.
Tiket Masuk & Retribusi Pemda:
Wisatawan Nusantara (Lokal): Sekitar Rp150.000 – Rp250.000 per orang (termasuk tiket masuk TN Komodo, retribusi pemda, dan jasa ranger/pemandu).
Wisatawan Mancanegara: Sekitar Rp300.000 – Rp500.000+ per orang.
4. Jalur Trekking dan Jumlah Anak Tangga
Untuk menikmati pemandangan spektakuler dari puncak, kamu harus mendaki jalur trekking yang sudah dilengkapi tangga semen.
Terdapat sekitar 800 anak tangga dengan tingkat kemiringan yang lumayan menantang.
Waktu pendakian rata-rata memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit tergantung kondisi fisik. Pastikan kamu menggunakan sepatu yang nyaman dan tidak licin.
5. Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu ideal untuk melakukan trekking di Pulau Padar adalah pagi hari saat sunrise sekitar pukul 05.30 WITA atau sore hari menjelang sunset.
Baca Juga: Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores
Hindari mendaki pada siang bolong karena cuaca di perbukitan pulau ini bisa sangat terik dan minim tempat berteduh. Jangan lupa membawa air minum yang cukup dan memakai sunscreen.
Demikian ulasan mengenai Pulau Padar di mana dan detail lainnya bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Semoga membantu!
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?