Di luar Batang Toru, para peneliti menyarankan untuk menguatkan perlindungan habitat orang utan di lanskap Areal Penggunaan Lain (APL), terutama di sebagian wilayah Leuser Timur dan Batang Toru, karena populasinya masih berada di luar hutan lindung.
Ke depannya penelitian tidak hanya berakbir pada survei populasi, melainkan menilai keberhasilan intervensi konservasi.
Dari pada menerapkan prediksi populasi sebagai titik akhir, justru acuan ini digunakan untuk mengevaluasi kebijakan yang berhasil menekan hilangnya populasi orang utan.
"Hal ini harus dianggap sebagai prioritas mendesak," kata para peneliti.
Untuk itu, penetapan kawasan konservasi dapat membantu pemerintah dalam menerapkan mekanisme hukum baru untuk menganalisis area-area penting secara ekologis di luar jaringan kawasan lindung Indonesia serta kewajiban konservasi kepada pemilik usaha di wilayah tersebut.
Namun, implementasi ini masih bertumpu pada kebijakan yang mengizinkan hal tersebut untuk diterapkan. Kementerian juga tengah mempersiapkan Penilaian Kelayakan Populasi dan Habitat (PHVA) yang diperbarui untuk orang utan.
Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki menjelaskan bahwa penilaian yang diperbarui akan mendukung implementasi Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025—2045 dalam menetapkan konservasi spesies sebagai prioritas nasional.
"Oleh karena itu, semua pemangku kepentingan harus terus bekerja sama untuk memastikan konservasi orang utan sumatra dan tapanuli yang sistematis, adaptif, dan berkelanjutan," katanya.
Penentu keberhasilan dari kebijakan-kebijakan tersebut kembali lagi bergantung pada upaya konservasi. Meskipun melindungi hutan tetap penting, dengan membiarkan tergusurnya habitat orang utan sama pentingnya.
Baca Juga: Rectors Game: Cara Unik IPB University Sambut dan Bangkitkan Semangat Mahasiswa Baru di MPKMB 63
Penulis: Chairunisa
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?