- Figur publik Tasya Kamila membagikan rekomendasi produk rumah tangga buatan Indonesia yang berkualitas.
- Kurasi barang lokal pilihan Tasya mencakup peranti makan, perlengkapan kamar mandi, mainan anak, dan peralatan dapur kayu.
- Ia mematahkan stigma bahwa barang lokal memiliki kualitas seadanya.
"Kalau pas lagi ada waktu buat masak, aku suka eksplor banyak menu makanan jadi peralatan dapur itu penting. Untuk talenan, aku lebih suka yang berbahan kayu dari merek Kwas karena tidak membuat pisau cepat tumpul. Begitu pula untuk alat masaknya. Spatula kayu dari Homliv jadi pilihanku kalau untuk masak sehari-hari karena nyaman digenggam."
5. Kebutuhan Santai Sehari-hari
Tidak hanya untuk urusan perabotan rumah, kecermatan Tasya juga berlaku untuk kebutuhan personalnya sehari-hari, seperti memilih alas kaki yang tepat untuk beraktivitas santai.
"Selain perlengkapan rumah, aku juga suka belanja kebutuhan sehari-hari kayak kotak penyimpanan atau sandal. Sandal lokal, Porto, jadi pilihanku karena ringan dan nyaman dipakai, baik di rumah maupun pas keluar rumah," ujar Tasya.
Satu Tempat untuk Berbagai Kebutuhan Lokal
Menariknya, kelima kategori barang andalan Tasya di atas ternyata tidak dicarinya di tempat yang terpisah. Kepraktisan adalah kunci bagi ibu modern. Tasya menemukan kemudahan ini lewat jaringan toko MR.D.I.Y. Indonesia yang menyediakan berbagai produk lokal berkualitas dalam satu atap.
Sejalan dengan semangat kemerdekaan, kampanye Proudly Local yang digaungkan oleh MR.D.I.Y. selama bulan Agustus 2026 ini memang dirancang khusus untuk mengangkat pamor produk buatan dalam negeri. Dengan penawaran harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp8.000 saja, akses masyarakat terhadap barang lokal berkualitas menjadi semakin terbuka lebar.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menegaskan komitmen perusahaannya yang kini memiliki jaringan 13.000 toko di berbagai wilayah.
"Kami percaya semakin besar akses pasar yang dimiliki sebuah produk, semakin besar pula peluangnya untuk terus berkembang. Harapannya, inisiatif ini tidak hanya memudahkan keluarga Indonesia mendapatkan produk lokal yang berkualitas, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal terus tumbuh," tutup Edwin.
Berita Terkait
-
Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Dari 1.000 Liter Susu, UMKM Yogya Hasilkan 100 Kg Keju Artisan
-
Harapan Baru UMKM: Produk Lokal Masuk Marketplace, Omzet Dibidik Naik
-
Apakah Lip Serum Boleh Ditimpa Lipstik? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal yang Cepat Meresap
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir
-
Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam