- PT Mulia Boga Raya Tbk menyelenggarakan Festival KreaChiz 2026 di Botani Square Mall Bogor pada 15 hingga 17 Agustus 2026.
- Chef Renatta Moeloek menilai acara tersebut berhasil menjadi wadah bagi talenta kuliner lokal untuk mengeksplorasi kreativitas olahan keju.
- Festival gratis ini menghadirkan tiga puluh stan kuliner, beragam hiburan keluarga, serta berbagai kompetisi menarik untuk masyarakat.
Suara.com - Chef Renatta Moeloek memberikan apresiasi terhadap semakin berkembangnya talenta kuliner lokal yang kreatif dalam mengolah keju. Menurutnya, kehadiran ruang seperti Festival KreaChiz 2026 dapat menjadi wadah bagi pelaku kuliner untuk tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga bertukar gagasan dan mengembangkan inovasi.
Festival KreaChiz 2026 kembali digelar oleh PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR), bagian dari PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), selaku produsen Prochiz. Setelah sebelumnya hadir di Bandung pada 2025, festival kuliner berbasis olahan keju tersebut kini berlangsung di Botani Square Mall, Bogor, pada 15–17 Agustus 2026.
Mengambil tema “Semua Jadi Spesial”, gelaran tahun kedua ini bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Festival tersebut menghadirkan 30 stan kuliner yang menampilkan beragam kreasi makanan berbahan Prochiz.
Tak hanya menawarkan pilihan kuliner, Festival KreaChiz 2026 juga dirancang sebagai ruang interaksi bagi masyarakat dan pelaku kuliner. Sejumlah aktivitas keluarga turut disiapkan, termasuk area anak, hiburan musik, kompetisi, hingga permainan tradisional khas perayaan kemerdekaan.
Bagi Chef Renatta, perkembangan kreativitas pelaku kuliner Indonesia dalam menggunakan keju menjadi hal yang menarik. Ia melihat semakin banyak talenta lokal yang berani mengeksplorasi keju dan menggabungkannya dengan berbagai jenis makanan.
"Setiap tahun saya melihat semakin banyak talenta kuliner lokal yang berani berkreasi dengan keju. Di Festival KreaChiz bukan sekadar ajang jualan, tapi ruang belajar dan berbagi ide, di mana keju bisa menjadi bahan yang mengubah hidangan sederhana menjadi sesuatu yang lebih spesial. Tidak heran, keju Prochiz kerap menjadi pilihan para chef, terutama karena konsistensi rasa dan kemudahannya diadaptasi ke berbagai jenis hidangan," kata Renatta.
Eksplorasi tersebut terlihat dari semakin beragamnya penggunaan keju dalam makanan yang dekat dengan masyarakat. Keju tidak hanya hadir dalam hidangan modern, tetapi juga dipadukan dengan jajanan lokal maupun cita rasa khas Nusantara.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Prochiz terus mendorong kreativitas di sektor kuliner. Festival KreaChiz menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan pelaku usaha kuliner dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai kemungkinan penggunaan keju dalam makanan sehari-hari.
Direktur Utama MBR, Dede Patmawidjaja, mengatakan Festival KreaChiz 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya yang dikembangkan dengan cakupan lebih luas.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih Camilan! Ini Standar Makanan Ringan yang Aman untuk Anak
"Festival KreaChiz 2026 adalah langkah lanjutan dari perjalanan yang kami mulai di Bandung tahun lalu. Kami ingin membawa pengalaman ini ke level yang lebih besar, lebih meriah, dan lebih dekat dengan masyarakat, khususnya di momen Hari Kemerdekaan yang penuh semangat kebersamaan," ujar Dede.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menjelajahi Kuliner Market yang berisi 30 stan pilihan. Berbagai menu yang ditawarkan menggunakan Prochiz dalam kreasi masing-masing pelaku kuliner.
Aktivitas memasak juga menjadi bagian dari festival melalui Prochiz Kitchen & Booth. Pengunjung dapat menyaksikan demo memasak bersama Brand Ambassador Prochiz dan mengikuti Impromptu Cooking Challenge secara langsung.
Sementara itu, KreaChiz Stage menghadirkan berbagai kegiatan hiburan, mulai dari olahraga pagi, karaoke bersama komunitas, hingga pertunjukan musik dari NPD dan Rizky Febian.
Semangat Hari Kemerdekaan juga turut hadir melalui Lomba Kemerdekaan. Pengunjung yang datang bersama anak dapat mengajak si kecil bermain dan mengikuti kegiatan memasak serta kerajinan tangan di Little Chizland.
Ada pula KreaChiz Trail Stamp Challenge yang mengajak pengunjung berkeliling ke berbagai titik festival untuk mengumpulkan cap digital dan mendapatkan kesempatan memperoleh hadiah.
Melalui Festival KreaChiz 2026, Prochiz ingin terus memberikan ruang bagi kreativitas para pelaku kuliner lokal sekaligus memperluas cara masyarakat menikmati keju. Dengan lebih dari 20 varian produk, Prochiz melihat peluang konsumsi keju di Indonesia masih terbuka luas.
Festival KreaChiz 2026 dapat dikunjungi masyarakat secara gratis pada 15–17 Agustus 2026 di Botani Square Mall, Bogor. Gelaran ini sekaligus menjadi panggung bagi talenta kuliner lokal untuk menunjukkan bahwa keju dapat diolah menjadi berbagai sajian yang kreatif dan semakin dekat dengan selera masyarakat Indonesia.
Berita Terkait
-
Jangan Asal Pilih Camilan! Ini Standar Makanan Ringan yang Aman untuk Anak
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Dari 1.000 Liter Susu, UMKM Yogya Hasilkan 100 Kg Keju Artisan
-
7 Kesalahan yang Bikin Kue Sagu Keju Hancur, Ini Cara Mengatasinya!
-
Resep Kue Semprit Keju ala Chef Devina, Renyah dan Lumer di Mulut
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro
-
Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari
-
Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya
-
Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen