Foto / News
Rabu, 15 Juli 2026 | 10:00 WIB
Pekerja menunjukkan produk keju artisan di toko Mazaraat Artisan Cheese, Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana/agr]
Pekerja menurunkan tabung berisi susu segar dari kendaraan di Mazaraat Artisan Cheese, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana/agr]
Pekerja menuang susu sebelum diolah menjadi keju artisan di Mazaraat Artisan Cheese Factory, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana/agr]
Pekerja menyelesaikan proses pembuatan keju artisan di Mazaraat Artisan Cheese Factory, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana/agr]
Pekerja membersihkan permukaan keju artisan saat proses pematangan (aging) di Mazaraat Artisan Cheese Factory, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana/agr]

Suara.com - Pekerja menunjukkan produk keju artisan di toko Mazaraat Artisan Cheese, Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (14/7/2026). Produksi keju Mazaraat menyerap sekitar 1.000 liter susu segar setiap hari dari peternak lokal yang diolah menjadi sekitar 100 kilogram berbagai jenis keju artisan.

Mazaraat Artisan Cheese memanfaatkan susu segar dari peternak sapi perah di lereng Merapi sebagai bahan baku utama. Seluruh proses produksi dilakukan secara bertahap, mulai dari fermentasi, pencetakan hingga pematangan (aging) untuk menghasilkan berbagai jenis keju artisan.

Perusahaan yang berdiri sejak 2015 itu memproduksi beragam keju artisan, seperti brie, camembert, cheddar, tomme, feta, halloumi, hingga mozzarella. Produk-produknya dipasarkan ke hotel, restoran, kafe, ritel, serta konsumen langsung di berbagai daerah. [ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana/agr]

Load More