- Sandal gunung memiliki tali pengikat kuat dan sol tebal bergerigi untuk aktivitas hiking di medan terjal.
- Sandal pantai dirancang ringan dari bahan busa anti air dengan sol datar untuk rekreasi santai.
- Pemahaman perbedaan material dan fungsi kedua sandal ini mencegah kesalahan memilih alas kaki demi keselamatan perjalanan.
Suara.com - Saat merencanakan kegiatan di luar ruangan, memilih alas kaki yang tepat adalah kunci utama agar aktivitas tetap nyaman dan aman. Namun, masih banyak orang yang menyamakan semua jenis alas kaki santai untuk berbagai medan.
Padahal, memahami perbedaan sandal gunung dan sandal pantai sangat penting sebelum kamu memutuskan untuk membeli.
Meski keduanya dirancang untuk penggunaan kasual dan terbuka, karakteristik fungsional, material, serta tingkat perlindungan yang ditawarkan sangat jauh berbeda.
Berikut adalah 5 poin utama yang membedakan kedua jenis sandal ini
1. Desain Sistem Pengikat (Strap) dan Keamanan
Sandal gunung dirancang khusus untuk medan bergerak dan berundak, sehingga dilengkapi dengan sistem webbing strap melingkar yang mengikat kuat dari bagian depan hingga pergelangan kaki.
Tali ini biasanya bisa disesuaikan (adjustable) agar pas di kaki dan tidak mudah terlepas saat melangkah di jalur terjal.
Sebaliknya, sandal pantai umumnya mengusung desain jepit (flip-flop) atau slide yang sangat simpel. Desain ini bertujuan memberikan kemudahan untuk dilepas dan dipasang kembali saat bermain air atau berjalan santai di atas pasir.
2. Bahan dan Ketahanan Material
Baca Juga: Di Mana Tempat Beli Sandal Kulit Asli Kualitas Terbaik Online? Ini Rekomendasinya
Dari segi material, sandal gunung menggunakan bahan sintetis berkualitas tinggi seperti nilon tahan aus, poliester, serta sol berbahan karet sintetis tebal. Bahan-bahan ini tahan terhadap gesekan batu tajam dan basah akibat lumpur.
Di sisi lain, sandal pantai lebih memprioritaskan material yang ringan dan tidak menyerap air, seperti busa EVA, karet lentur, atau silikon.
Material ini sangat ideal untuk area perairan karena cepat kering, floatable (dapat mengapung), dan tidak cepat rusak akibat paparan air garam.
3. Daya Cengkeram dan Ketebalan Sol (Outsole)
Poin esensial berikutnya mengenai perbedaan sandal gunung dan sandal pantai terletak pada bagian sol bawah. Sandal gunung memiliki sol yang tebal dengan ceruk atau pola gerigi tajam (lugs) yang dalam.
Pola ini berfungsi memberi traksi maksimal pada permukaan licin, tanah gembur, maupun batuan curam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta
-
4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya
-
Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus
-
Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere