- Tasya Farasya menyatakan perubahan hormon kehamilan dan gaya hidup memengaruhi kebutuhan produk perawatan kulit.
- Olahraga rutin dan tidur cukup membuat kulit Tasya menjadi lebih sehat serta terawat.
- Wardah Skin Longevity Clinic menyatakan kesehatan kulit memerlukan olahraga, makanan sehat, dan istirahat cukup.
Suara.com - Pemengaruh kecantikan Tasya Farasya mengatakan kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh produk skincare yang digunakan, tetapi juga perubahan gaya hidup, mulai dari kualitas tidur, olahraga, hingga pola makan.
Tasya mengatakan bahwa perubahan kondisi tubuh dapat membuat kebutuhan kulit ikut berubah. Ia bahkan merasakan sendiri perubahan tersebut setelah melahirkan.
Saat itu menurut Tasya perubahan hormon saat mengandung anak pertamanya membuat kondisi tubuhnya berubah. Kondisi ini membuat kebutuhan perawatan kulit atau skincare yang digunakan harus ikut disesuaikan.
"Mempengaruhi, sangat-sangat mempengaruhi banget ya," ujar dalam acara talk show Wardah Skin Longevity Clinic di Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026).
"Contoh simpel aja, kayak after orang melahirkan aja itu hormonnya udah merubah. Semua sekujur tubuh dia berubah. Pada saat aku melahirkan tuh skincare yang dibutuhkan juga jadinya berubah lagi," lanjutnya.
Menurut Tasya, perubahan kondisi kulit juga bisa terasa ketika seseorang mengalami perubahan pola hidup. Ia bahkan cerita jika memiliki gangguan tidur atau insomnia. Hasilnya saat ia kurang tidur, masalah kulit seperti kering dan kusam.
"Pada saat aku sekarang misalnya mengalami kekurangan tidur, kondisi kulit aku menjadi kering, kebutuhan skincare aku berubah lagi," ungkapnya.
Pengalaman tersebut membuat Tasya melihat bahwa kondisi kulit dan gaya hidup memiliki hubungan yang saling berkaitan.
Perempuan kelahiran 25 Mei 1995 itu lalu menyimpulkan, penggunaan skincare tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kebiasaan sehari-hari.
"Jadi itu bener-bener sangat amat berpengaruh sih. Dan juga perubahan lifestyle juga," tutur Tasya.
Ia kemudian menceritakan perubahan gaya hidup yang sedang dijalaninya. Salah satunya, lebih rutin berolahraga.
Menariknya, menurut Tasya, kebiasaan tersebut kemudian memengaruhi kebiasaan lain dalam kehidupannya, termasuk membuat waktu tidurnya lebih tercukupi.
"Perubahan lifestyle juga sangat berpengaruh karena sekarang aku rajin olahraga, jadi ternyata tuh nanti jadi kayak connecting gitu. Aku rajin olahraga, eh tidur aku jadi cukup. Karena aku rajin olahraga, aku sayang nih kalau makan aku udah dijaga, jadi aku jaga makan aku," terangnya.
Setelah gaya hidup sehat rutin ia jalankan, akhirnya kebiasaan tersebut membentuk pola yang menurut Tasya ikut berdampak pada kondisi kulitnya.
"Akhirnya sekarang makan aku udah dijaga, aku rajin olahraga, tidur aku cukup, kulit aku pun jadi sehat gitu," kata Tasya.