- Amanda Rigby mengawali karier lewat sitkom Kejar Tayang.
- Ia sempat vakum dari entertainment untuk kuliah di Singapura.
- Sebelum memilih Singapura, Amanda juga sempat apply kuliah di Australia.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Amanda sempat memiliki rencana untuk mencoba bekerja di lingkungan kantoran. Namun, rencana tersebut kembali berubah setelah ia mendapat tawaran bermain dalam sitkom.
"Sebenarnya waktu itu pulang kuliah, penginnya coba kerja kantoran, tapi ditawarin main sitkom lagi, terus keterusan sampai sekarang," cerita Amanda.
Dari situlah Amanda kembali menekuni dunia entertainment setelah sebelumnya sempat vakum untuk menyelesaikan pendidikan S-1.
Keputusan Amanda untuk menyelesaikan kuliah juga tidak lepas dari permintaan orang tuanya. Di tengah kesibukannya menjalani syuting stripping, ia tetap diminta menuntaskan pendidikan.
"Sempat pas aku syuting stripping, memang permintaan orang tua, mereka pengin selesai S-1," ungkap Amanda.
Sejumlah sitkom yang pernah dibintangi Amanda di antaranya Kejar Tayang, The Transmart, hingga Main Hakim Sendiri.
Selain aktif di layar kaca, Amanda juga melebarkan kiprahnya ke film layar lebar. Beberapa judul yang pernah dibintanginya yakni Sara & Fei: Stadhuis Schandaal (2018), I (2021), Survive (2021), Atas Nama Surga (2022), Marni: The Story of Wewe Gombel (2024), hingga film terbarunya, Yakin Nikah (2025).
Sempat Apply Kuliah di Australia
Pilihan Amanda Rigby untuk melanjutkan pendidikan di Singapura ternyata bukan satu-satunya rencana. Sebelum itu, ia juga sempat mendaftar kuliah di Australia.
Amanda kemudian memilih Singapura setelah diterima di program manajemen yang sesuai dengan minatnya, yakni manajemen bisnis.
"Singapura waktu itu, aku apply juga ke Australia. Kebetulan di Singapura dapat program manajemen yang cocok buat aku, manajemen bisnis," ungkap Amanda.
Amanda pun akhirnya memutuskan melanjutkan pendidikan di Singapura. Ia menyebut program tersebut ditempuh selama tiga tahun.
"Kebetulan waktu itu memang pengin pindah ke Singapura, apply, terus diterima, dan cocok sama programnya. Dan di sana kan 3 tahun kuliahnya," imbuhnya.