Perbedaan Melasma, Lentigo, dan Hiperpigmentasi Bekas Jerawat pada Kulit: Kenali Ciri-cirinya

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:50 WIB
Ilustrasi hiperpigmentasi (Magnific)
BACA 10 DETIK
  • Melasma ditandai dengan bercak kecokelatan pada wajah akibat sinar matahari, perubahan hormon, dan faktor genetik.
  • Lentigo merupakan bintik gelap bulat yang muncul di area kulit akibat paparan sinar ultraviolet jangka panjang.
  • Hiperpigmentasi bekas jerawat adalah noda datar yang terbentuk di lokasi peradangan akibat produksi pigmen kulit berlebih.

Kondisi ini juga dapat ditemukan pada orang yang lebih tua karena akumulasi paparan matahari selama bertahun-tahun.

Jika bintik berubah bentuk, warna, ukuran, atau mudah berdarah, sebaiknya periksakan ke dokter kulit untuk memastikan penyebabnya.

3. Hiperpigmentasi Bekas Jerawat: Noda Bekas Jerawat

Hiperpigmentasi pascainflamasi atau post-inflammatory hyperpigmentation (PIH) terjadi ketika kulit memproduksi pigmen berlebih setelah mengalami peradangan, termasuk akibat jerawat.

Kondisi ini biasanya tampak sebagai noda datar berwarna cokelat, cokelat tua, atau terkadang abu-abu kebiruan. Lokasinya mengikuti area tempat jerawat sebelumnya muncul.

Berbeda dengan melasma dan lentigo, hiperpigmentasi bekas jerawat memiliki hubungan langsung dengan riwayat jerawat atau peradangan kulit.

Noda ini dapat memudar secara bertahap, tetapi prosesnya bisa memerlukan waktu berbulan-bulan hingga lebih lama. Hindari memencet jerawat dan gunakan perawatan yang lembut agar risiko munculnya noda baru berkurang.

Cara Merawat Kulit dengan Masalah Pigmentasi

  • Gunakan sunscreen setiap pagi. Pilih tabir surya spektrum luas minimal SPF 30 dan aplikasikan ulang sesuai petunjuk, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Pilih skincare sesuai kebutuhan. Bahan seperti niacinamide, vitamin C, dan azelaic acid dapat membantu menyamarkan sebagian jenis noda, tetapi efektivitasnya bergantung pada kondisi kulit.
  • Hindari eksfoliasi berlebihan. Scrub kasar atau bahan aktif yang menyebabkan iritasi dapat memperburuk hiperpigmentasi, khususnya pada kulit yang rentan mengalami noda.
  • Konsultasikan dengan dokter kulit. Pemeriksaan membantu memastikan jenis pigmentasi dan menentukan perawatan yang sesuai, terutama jika bercak menetap atau semakin gelap.

Perbedaan melasma, lentigo, dan hiperpigmentasi bekas jerawat terutama terletak pada bentuk bercak, lokasi, dan pemicunya.

Melasma cenderung berupa bercak luas yang simetris, lentigo berupa bintik akibat paparan matahari, sedangkan hiperpigmentasi bekas jerawat muncul di area yang sebelumnya meradang.

Jika penyebab bercak belum jelas, pemeriksaan dokter kulit lebih tepat daripada langsung mencoba produk pencerah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com