Hari Sumpah Pemuda, Tiga Tokoh Bangsa Terima Lifetime Achievement Award

Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB
Lifetime Achievement Award untuk Tiga Tokoh Bangsa. (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • B.J. Habibie, Gus Dur, dan William Soeryadjaya menerima penghargaan Lifetime Achievement Award pada 26 Oktober 2026.
  • Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi besar ketiga tokoh dalam bidang teknologi, kemanusiaan, serta dunia usaha.
  • Keteladanan dari acara Tiga Tokoh Satu Indonesia diharapkan mampu menginspirasi generasi muda memajukan bangsa.

Suara.com - B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan William Soeryadjaya mendapat penghargaan Lifetime Achievement Award atas kontribusi mereka dalam membangun Indonesia melalui bidang teknologi, kemanusiaan, dan dunia usaha.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Tiga Tokoh Satu Indonesia pada Senin (26/10/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Keteladanan ketiganya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa.

Co-Founder dan CEO Katadata, Metta Dharmasaputra, mengatakan ketiga tokoh tersebut memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama berkontribusi dalam membangun Indonesia.

“Anugerah Katadata Lifetime Achievement Award ini diberikan kepada tiga tokoh bangsa yang berasal dari latar belakang berbeda. Namun, mereka telah merawat semangat kebersamaan di jalannya masing-masing untuk membangun Indonesia yang satu. Tiga tokoh, satu Indonesia,” kata Metta.

Acara tersebut menghadirkan perwakilan keluarga ketiga tokoh, yakni Edwin Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya; Dr.-Ing. Ilham Akbar Habibie, putra B.J. Habibie; serta Yenny Wahid, putri Gus Dur. Pemikir kebhinekaan Sukidi, Ph.D., turut membahas nilai-nilai yang menyatukan ketiganya.

Yenny Wahid mengatakan, Gus Dur kerap disalahpahami sebagai sosok yang hanya membela kelompok minoritas. Padahal, menurutnya, sang ayah memperjuangkan orang-orang yang mengalami ketidakadilan tanpa memandang identitas.

“Banyak yang saya teladani dari Gus Dur, terutama adalah keberanian beliau untuk mengatakan apa yang benar dan apa yang salah. Walaupun kemudian beliau harus membayar sangat mahal atas apa yang beliau yakini. Dan bagi Gus Dur, kemanusiaan mengalahkan identitas bahwa semua makhluk adalah makhluk Tuhan,” ujar Yenny.

Sementara itu, Ilham Akbar Habibie menegaskan bahwa kiprah ayahnya tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga demokrasi. B.J. Habibie menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan moral serta etika.

Adapun Edwin Soeryadjaya mengenang pesan ayahnya mengenai integritas dan kejujuran. “Satu hal yang ayah kami ingatkan kepada saya, yakni harus memegang integritas. Kami selalu diingatkan agar selalu jujur,” tuturnya.

B.J. Habibie dikenal melalui upayanya mengembangkan kemampuan teknologi nasional, salah satunya lewat pesawat N-250. Gus Dur mewariskan pemikiran tentang kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Sementara William Soeryadjaya menunjukkan peran dunia usaha dalam membangun industri dan menciptakan lapangan kerja.

Dalam orasi kebangsaannya, Sukidi menyoroti pentingnya meneruskan nilai-nilai ketiga tokoh melalui karya nyata, terutama di tengah tantangan ekonomi, perkembangan teknologi, dan polarisasi sosial.

Ia memaknai Sumpah Pemuda sebagai tonggak persatuan dan kebersamaan untuk memajukan Indonesia. Penghargaan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa warisan para tokoh tidak berhenti pada pencapaian masa lalu, tetapi dapat diteruskan melalui kontribusi generasi masa kini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com