Cara Mengatasi Atap Rembes agar Rumah Tidak Bocor saat Hujan, Jangan Tunggu Plafon Jebol

Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:39 WIB
Ilustrasi genteng. (Unsplash)
BACA 10 DETIK
  • Pemilik rumah perlu mengidentifikasi titik kebocoran pada atap secara akurat dari dalam dan luar ruangan.
  • Perbaikan atap rembes dilakukan dengan mengganti genteng rusak, memasang pelindung sambungan, serta melapisi dak beton.
  • Pembersihan talang air secara berkala serta penggunaan material anti bocor berkualitas dapat mencegah kerusakan struktur bangunan.

Suara.com - Atap bocor atau rembes merupakan masalah rumah tangga yang sering muncul, terutama saat musim hujan tiba.

Tetesan air tidak hanya merusak keindahan interior, tetapi juga berpotensi merusak struktur bangunan jika dibiarkan terlalu lama.

Oleh karena itu, memahami cara mengatasi atap rembes secara tepat sesuai sumber kerusakannya sangat penting agar masalah tuntas sampai ke akar-akarnya.

Berikut adalah langkah-langkah praktis dan panduan lengkap untuk memperbaiki atap rumah yang rembes.

Identifikasi Titik Rembesan Terlebih Dahulu

Langkah pertama sebelum melakukan perbaikan adalah menemukan sumber kebocoran secara akurat.

  • Pemeriksaan Dari Dalam: Periksa area plafon atau dinding bagian dalam rumah. Cari tanda-tanda berupa noda kecokelatan, lapisan cat yang terkelupas, atau munculnya lumut.
  • Pemeriksaan Dari Luar: Naik ke area atap pada siang hari. Untuk melacak jalur masuknya air, kamu bisa memanfaatkan bantuan selang air dengan menyemprotkannya ke area atap yang dicurigai.

Cara Mengatasi Atap Rembes Sesuai Penyebabnya

Setelah menemukan titik kebocoran, lakukan tindakan perbaikan yang sesuai dengan jenis material dan jenis kerusakannya:

Genteng Pecah atau Bergeser

Ganti genteng yang retak, pecah, atau berlubang menggunakan genteng baru dengan profil dan ukuran yang persis sama.

Untuk genteng yang hanya bergeser akibat angin atau pergerakan struktur, cukup susun dan ratakan kembali posisinya agar mengunci secara rapat.

Rembesan pada Sambungan Atap dan Dinding

Celah antara atap dan dinding sering kali menjadi jalur utama air masuk. Beberapa hal yang bisa dilakukan yakni:

Pemasangan Flashing: Pasang seng plat (flashing) selebar 15–25 cm pada pertemuan atap dan dinding. Masukkan ujung seng ke dalam irisan dinding setinggi kurang lebih 8 cm, lalu paku hingga kuat.

Metode Pelapisan: Tempelkan lakban anti bocor (waterproofing tape), beri fiber mesh, dan kuaskan cat pelapis anti bocor di sepanjang area sambungan.

Penggunaan Sealant: Tutup celah-celah kecil yang tersisa menggunakan sealant khusus (seperti Sealant OCI) agar kedap air.

Rembesan pada Dak Beton

Pada rumah yang menggunakan dak beton, rembesan bisa terjadi akibat lapisan pelindung yang rusak atau munculnya retakan pada permukaan. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan.

  • Bersihkan seluruh permukaan dak beton dari debu, kotoran, dan lumut yang menempel.
  • Aplikasikan cat dasar (primer) atau wall sealer.
  • Lapisi dengan cat pelapis anti bocor (waterproofing) atau membran cair (seperti Aquaflex atau Ultraflex) sebanyak 2–3 lapis. Gunakan fiber mesh sebagai serat penguat pada lapisan awal.

Talang Air Tersumbat atau Bocor

Bersihkan talang dari penumpukan daun kering, lumpur, dan kotoran secara berkala sebelum musim hujan tiba.
Tambal bagian talang yang berlubang halus. Jika kondisi talang sudah lapuk atau mengalami kerusakan parah, segera ganti dengan unit yang baru.

Mengetahui cara mengatasi atap rembes dengan benar akan membantu menghemat waktu dan biaya perbaikan. Selalu pastikan untuk menggunakan material pelapis anti bocor berkualitas dan lakukan perawatan rutin pada area atap serta talang air secara berkala agar rumah tetap aman dan nyaman di segala cuaca.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com