Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB
Nugrohono Herucahyono, Founding Partner Init-6 dan ex CTO Bukalapak. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Init-6 memperkenalkan Netra Runtime pada Kamis (29/10/2026) untuk menyediakan infrastruktur inferensi AI yang efisien bagi organisasi.
  • Pendiri Init-6 Nugroho Herucahyono mendorong talenta lokal membangun teknologi dasar agar tidak sekadar menjadi pengguna luar negeri.
  • Platform Netra telah berhasil memproses lebih dari 288 miliar token sejak diluncurkan hingga 28 Oktober 2026.

Suara.com - Pengalaman lebih dari satu dekade membangun teknologi di Bukalapak menjadi salah satu pelajaran penting bagi Nugroho Herucahyono.

Kini, Founding Partner Init-6 sekaligus mantan Chief Technology Officer (CTO) Bukalapak itu mendorong talenta Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berani membangun solusi yang dapat bersaing di tingkat global.

Menurut Nugroho, perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang bagi engineer Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam ekosistem teknologi. Bukan hanya melalui pengembangan aplikasi, tetapi juga dengan membangun infrastruktur yang menjadi fondasi bagi penggunaan AI.

Pandangan tersebut melatarbelakangi langkah Init-6 memperkenalkan Netra Runtime sebagai portofolio investasi terbarunya pada Kamis (29/10/2026). Perusahaan asal Indonesia ini mengembangkan infrastruktur inferensi AI yang membantu organisasi menjalankan model AI secara lebih cepat dan efisien.

Nugroho menilai, selama ini pembicaraan mengenai AI di Indonesia cenderung berpusat pada penggunaan model dan pengembangan aplikasi yang memanfaatkan layanan dari perusahaan luar negeri. Padahal, ada peluang bagi talenta lokal untuk mengembangkan teknologi di lapisan yang lebih mendasar.

“Pertanyaan bagi perusahaan bukan lagi sekadar model mana yang paling pintar dan paling cepat, tetapi berapa biaya untuk menghasilkan suatu pekerjaan,” ujar Nugroho.

Melalui Netra Runtime, perusahaan dapat menjalankan model AI menggunakan infrastruktur GPU milik sendiri atau memanfaatkan layanan cloud yang disediakan Netra. Pendekatan ini memungkinkan organisasi menyesuaikan kebutuhan penggunaan AI dengan infrastruktur dan kendali data yang mereka miliki.

Sejak diluncurkan, platform Netra telah memproses lebih dari 288 miliar token hingga 28 Oktober 2026. Angka tersebut menjadi salah satu sinyal awal penggunaan layanan yang dikembangkan perusahaan tersebut.

Bagi Init-6, pengembangan Netra Runtime bukan sekadar tentang menghadirkan solusi AI baru. Investasi ini juga menjadi bagian dari keyakinan bahwa engineer Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun teknologi yang dapat digunakan oleh perusahaan di dalam maupun luar negeri.

Dalam jangka panjang, Nugroho berharap Netra dapat menjadi infrastruktur yang diandalkan perusahaan untuk menjalankan AI secara efisien, sekaligus menunjukkan bahwa teknologi sistem kelas dunia dapat dibangun dari Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com