35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB
35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Pasca perpecahan Yugoslavia, enam negara penerus mengembangkan jalur sepak bola masing-masing dengan prestasi tim nasional dan akademi klub yang beragam.
  • Kroasia dan Serbia paling menonjol melalui klub besar seperti Dinamo Zagreb dan Crvena Zvezda yang sukses mencetak talenta internasional.
  • Slovenia, Bosnia, Makedonia Utara, dan Montenegro juga berhasil melahirkan pemain kelas Eropa meskipun menghadapi keterbatasan finansial serta sumber daya klub.

Suara.com - Perpecahan Yugoslavia mengakhiri satu era sepak bola yang pernah menyatukan klub-klub besar dari Beograd, Zagreb, Sarajevo hingga Ljubljana.

Tiga setengah dekade kemudian, enam negara penerusnya menempuh jalur berbeda, mulai dari prestasi tim nasional hingga keberhasilan mencetak pemain yang bersinar di klub-klub elite Eropa.

Kroasia dan Serbia menonjol berkat tradisi klub besar serta kontribusi pemain mereka terhadap sepak bola internasional.

Namun, Slovenia, Bosnia dan Herzegovina, Makedonia Utara, serta Montenegro juga memiliki pemain dan klub yang meninggalkan jejak di panggung Eropa.

Perbandingan perkembangan sepak bola keenam negara itu tidak cukup hanya dilihat dari jumlah gelar domestik.

Kualitas akademi, keberhasilan menembus kompetisi Eropa, serta kemampuan mengembangkan pemain hingga mencapai level tertinggi juga menjadi tolok ukur penting.

Timnas Yugoslavia saat melawan Jerman Barat di Piala Dunia 1990 [@80s90sfootball]

Jejak Kejayaan Sepak Bola Yugoslavia

Sepak bola Yugoslavia memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 1923, ketika kompetisi nasional pertama digelar di Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia.

Graanski Zagreb menjadi juara pertama, sedangkan klub-klub seperti Graanski dan BSK Beograd mendominasi kompetisi pada periode sebelum Perang Dunia II.

Setelah perang, Liga Federal Pertama Yugoslavia dimulai pada musim 1946/1947 dengan Partizan sebagai juara.

Pada dekade-dekade berikutnya, persaingan didominasi empat klub besar, yakni Crvena Zvezda, Partizan, Hajduk Split, dan Dinamo Zagreb.

Crvena Zvezda menjadi klub tersukses dengan 19 gelar liga hingga musim 1991/1992. Partizan mengoleksi 11 gelar, Hajduk Split tujuh gelar liga pascaperang, sedangkan Dinamo Zagreb meraih empat gelar.

Klub-klub Yugoslavia juga pernah bersaing dengan tim elite Eropa. Partizan mencapai final Piala Champions Eropa pada 1966, Dinamo Zagreb menjuarai Piala Pameran Antarkota pada 1967, sementara Crvena Zvezda meraih gelar juara Eropa pada 1991 sebelum menjadi juara dunia antarklub di Tokyo.

Perpecahan negara tersebut kemudian mengakhiri kompetisi bersama. Musim 1990/1991 menjadi musim terakhir ketika klub-klub dari keenam republik Yugoslavia berkompetisi dalam satu liga.

Kroasia: Akademi Dinamo Zagreb Jadi Kekuatan Utama

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com