-
Pelaku pembunuhan Madiun mengaku terinspirasi dari film Vadh.
-
Film Vadh menceritakan aksi guru melenyapkan jasad rentenir secara rapi.
-
Kemiripan metode mutilasi hingga penggilingan jasad ada di film Vadh.
Selain mengintimidasi dan berbuat asusila, Pandey dengan sengaja makan daging serta menenggak alkohol di dalam rumah pasangan lansia penganut vegetarian taat tersebut.
Puncak murka Shambhu meletus saat Pandey mulai menunjukkan niat bejat untuk melecehkan Naina, seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang merupakan murid les privat Shambhu.
Tak rela anak tak berdosa menjadi korban, Shambhu yang terdesak gelap mata dan membunuh Pandey di kediamannya.
Kata Vadh sendiri berasal dari konsep pembunuhan demi keadilan moral (righteous killing), berbeda dari sekadar hatya (pembunuhan bermotif jahat biasa).
Skenario Penghilangan Jejak yang Dingin: Dari Pembakaran hingga Penggilingan
Adegan yang paling mengundang perhatian sekaligus dianggap menginspirasi aksi pelaku di Madiun adalah bagaimana Shambhu memusnahkan tubuh korbannya secara metodis tanpa menyisakan bukti fisik.
Dalam film tersebut, Shambhu memutilasi tubuh korban menjadi bagian-bagian kecil agar mudah diproses di dalam rumah.
Setelah itu, potongan jasad dibakar dan dikeringkan hingga hancur menjadi abu dan arang tulang.
Selanjutnya, sisa-sisa tulang yang belum lumat digiling secara total menggunakan alat penggiling hingga strukturnya lebur tanpa meninggalkan jejak DNA.
Debu dan serpihan sisa penggilingan dilarutkan lalu dihanyutkan ke aliran sungai sehingga hanyut tersapu air tanpa jejak.
Eksekusi yang dilakukan oleh karakter pensiunan guru berotak cerdas ini dinilai publik sangat identik dengan langkah Dwi Bagus Martono yang menggunakan mesin penggiling daging untuk melenyapkan korban-korbannya.
Akhir Cerita Film Vadh
Menghilangnya rentenir Pandey memicu kecurigaan aparat. Opsir Shakti Singh mulai mencium kejanggalan dan mengarahkan target penyelidikan kepada Shambhu.
Situasi kian pelik ketika seorang politisi jahat, Rathore, ikut menekan Shambhu demi merebut tanah rumahnya.
Namun, alur cerita berbalik ketika Shambhu menemukan ponsel milik mendiang Pandey.
Ponsel tersebut rupanya menyimpan rekaman video skandal rahasia yang dapat meruntuhkan karier polisi Shakti Singh.
Setelah sempat babak belur dianiaya preman hingga dirawat di rumah sakit, Shambhu akhirnya secara jujur mengaku kepada Shakti bahwa dialah yang menghabisi Pandey.
Mendengar penderitaan sang guru yang terus ditindas rentenir, ditambah rasa hormatnya terhadap sosok Shambhu yang rela membunuh demi melindungi martabat anak kecil, nurani Shakti tersentuh.
Alih-alih membui Shambhu, sang polisi korup justru memanipulasi penyelidikan dan mengambinghitamkan politisi Rathore sebagai dalang pembunuhan Pandey.
Akhirnya, Shambhu dan Manju Mishra pindah ke rumah baru, sementara sertifikat rumah lama mereka hibahkan seutuhnya kepada Naina sebagai modal masa depan muridnya tersebut.