- Wisatawan Indonesia yang kehilangan atau merusak paspor di luar negeri harus segera melapor ke kantor polisi setempat.
- WNI wajib menghubungi perwakilan RI terdekat guna menyiapkan dokumen pendukung dan mengajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor.
- Dokumen sementara tersebut digunakan untuk pulang ke tanah air agar WNI dapat mengurus paspor baru di Kantor Imigrasi.
Suara.com - Kehilangan atau kerusakan paspor saat berlibur di luar negeri merupakan pengalaman yang bisa sangat mengganggu. Dokumen penting ini menjadi bukti identitas dan kewarganegaraan Anda, sekaligus syarat utama untuk bepergian antarnegara.
Tanpa paspor, Anda berisiko kesulitan masuk bandara, hotel, atau bahkan kembali ke Indonesia. Situasi ini sering membuat wisatawan panik, terutama jika terjadi di negara yang bahasa dan aturannya berbeda.
Namun, Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di luar negeri siap membantu Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengalami musibah seperti ini.
Ada prosedur resmi yang sudah ditetapkan agar Anda bisa mendapatkan dokumen perjalanan sementara dan pulang dengan aman. Kuncinya adalah tetap tenang, bertindak cepat, dan mengikuti langkah-langkah yang benar.
Banyak kasus menunjukkan bahwa keterlambatan melapor justru memperpanjang proses verifikasi. Oleh karena itu, segera ambil tindakan begitu Anda menyadari paspor hilang atau rusak. Simpan juga salinan digital atau fotokopi dokumen penting sebelum berangkat, karena ini akan sangat membantu.
Artikel ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah praktis mengurus paspor yang hilang atau rusak saat berlibur di luar negeri. Dengan mengikuti panduan ini, prosesnya bisa berjalan lebih lancar dan Anda dapat kembali menikmati sisa liburan atau pulang ke tanah air tanpa hambatan besar.
1. Tetap Tenang dan Pastikan Paspor Benar-Benar Hilang atau Rusak
Langkah pertama adalah menenangkan diri. Cek ulang seluruh barang bawaan, tas, koper, kamar hotel, atau tempat terakhir Anda berada. Terkadang paspor hanya terselip.
Jika rusak (robek, basah, atau data tidak terbaca), simpan sisa dokumen tersebut. Catat kronologi kejadian secara detail, termasuk waktu dan lokasi, agar laporan nanti lebih akurat.
2. Segera Lapor ke Kantor Polisi Setempat
Begitu yakin paspor hilang atau dicuri, datangi kantor polisi terdekat di negara tersebut. Buat laporan resmi dan minta surat keterangan kehilangan.
Dokumen ini sangat penting sebagai bukti untuk proses selanjutnya di perwakilan RI. Jelaskan kronologi dengan jelas dan lengkap. Jangan tunda, karena keterlambatan bisa mempersulit verifikasi identitas.
3. Hubungi Perwakilan Republik Indonesia Terdekat
Setelah mendapat surat dari polisi, segera hubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), atau Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di negara tempat Anda berada.
Anda bisa mencari kontak melalui situs resmi Kementerian Luar Negeri atau aplikasi Safe Travel. Laporkan kejadian dan tanyakan prosedur serta persyaratan lengkap. Petugas konsuler akan memandu Anda.
4. Siapkan Dokumen Pendukung
Untuk mengajukan dokumen pengganti, biasanya dibutuhkan:
- Surat keterangan kehilangan dari polisi setempat
- Salinan atau foto KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran
- Salinan atau foto paspor yang hilang/rusak (jika masih ada)
- Pas foto terbaru sesuai ketentuan
- Formulir permohonan yang diisi lengkap
- Bukti tiket perjalanan atau dokumen pendukung lain
Persyaratan bisa sedikit berbeda di setiap perwakilan, jadi konfirmasi langsung terlebih dahulu. Salinan digital yang sudah disimpan di cloud atau ponsel sangat membantu.
5. Ajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP)
Perwakilan RI biasanya menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai dokumen sementara. SPLP berfungsi untuk perjalanan pulang ke Indonesia (umumnya satu kali perjalanan) dan tidak bisa digunakan untuk bepergian ke negara lain secara bebas.