- Eko Hadi Santoso merupakan lulusan Akpol 1999.
- Ia pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
- Eko mendapat promosi menjadi jenderal bintang dua pada Agustus 2026.
Pengungkapan lainnya dilakukan melalui penggerebekan tempat hiburan malam HH Club Planet 3.0 di Batam yang disebut terafiliasi dengan jaringan bandar narkoba.
Pada Juli 2026, Eko kembali menangani perkara narkotika yang melibatkan aparat kepolisian. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman yang saat itu menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan.
Pardiman diduga terlibat dalam peredaran gelap narkotika, penyalahgunaan narkoba, hingga penyalahgunaan wewenang dalam penanganan perkara narkotika.
Dalam operasi tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah anggota Polres Tangerang Selatan dan seorang anggota Polda Aceh.
Jabatan Terbaru Eko Hadi Santoso
Setelah memimpin Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Eko mendapat promosi pangkat menjadi jenderal bintang dua pada Agustus 2026. Ia kemudian menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) Pol.
Namun, setelah pergantian pucuk pimpinan Polri pada Oktober 2026, Eko mengalami mutasi jabatan. Ia dipindahtugaskan menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Namanya kembali menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto bersama Listyo Sigit Prabowo dan Ahrie Sonta Nasution.