Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB
Minarti atau akrab disapa Ade, pemilik Arvin Store. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Minarti merintis usaha Arvin Store di Jakarta Pusat sejak tahun 2020 dengan modal awal empat ratus ribu rupiah.
  • Ia beralih menjual alat tulis kantor dan kebutuhan harian secara daring melalui platform digital untuk membidik pekerja kantoran.
  • Strategi tersebut berhasil mendatangkan omzet hingga sembilan puluh delapan juta rupiah per bulan serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

"Evaluasi performa toko dilakukan secara berkala. Jika terjadi penurunan penjualan, kami segera mengoptimalkan deskripsi produk dan strategi harga agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen," jelasnya.

Kini, operasional bisnisnya bahkan terbagi menjadi dua toko digital, yakni Arvin Store yang berfokus pada produk ATK dan kebutuhan umum, serta Arvin Elektronik untuk produk elektronik.

Dari modal awal Rp400 ribu, usaha yang dibangun Ade secara bertahap tersebut kini mampu mencatatkan omzet hingga Rp98 juta per bulan.

Mengelola Keuangan agar Bisnis Terus Berkembang

Pertumbuhan usaha tentu membawa tantangan baru. Ketika jumlah transaksi meningkat, Ade harus memastikan ketersediaan barang dan menjaga kelancaran arus kas, terutama saat menerima pesanan dalam jumlah besar.

Untuk memenuhi kebutuhan modal usaha, Ade memanfaatkan layanan GrabModal Mantul by OVO Finansial sejak 2023. Pendanaan tersebut digunakan secara terencana, antara lain untuk pengadaan stok barang dan renovasi area kerja toko agar proses pengambilan pesanan lebih efisien.

Salah satu pengalaman yang diingatnya adalah ketika kebutuhan keluarga dan usaha datang hampir bersamaan.

Saat itu, Ade harus membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya sekitar Rp6 juta. Di sisi lain, masih ada kebutuhan sekitar Rp8 juta untuk pelunasan seragam dan pajak kendaraan. Pada waktu yang hampir bersamaan, Arvin Store menerima pesanan sekitar 500 materai yang membutuhkan modal kurang lebih Rp5 juta.

Agar seluruh kebutuhan tersebut dapat terpenuhi tanpa mengganggu perputaran modal usaha, Ade memanfaatkan pembiayaan sekitar Rp10 juta.

"Dana yang saya ambil memang sudah memiliki posnya masing-masing sejak awal. Jadi, bukan mengambil pembiayaan lalu menyimpannya tanpa tujuan. Dengan cara ini, kebutuhan keluarga tetap bisa dibayar, stok usaha tetap tersedia, dan cash flow bisa kembali berputar dari omzet berikutnya," ungkapnya.

Bagi Ade, akses pembiayaan bukan sekadar tambahan dana, melainkan harus disertai perencanaan dan kedisiplinan dalam mengelola kewajiban keuangan.

Ia memastikan setiap dana yang diperoleh memiliki peruntukan jelas sehingga tidak membebani keuangan keluarga maupun menghambat operasional bisnis.

Ingin Mengembangkan Usaha Lebih Luas

Bagi Ade, keberhasilan Arvin Store bukan semata-mata diukur dari peningkatan omzet. Usaha yang awalnya dirintis untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga itu kini juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

Setelah berhasil melewati berbagai tantangan sejak pandemi, Ade kini mulai memikirkan pengembangan bisnis ke tahap berikutnya. Salah satu rencananya adalah memperluas jangkauan operasional Arvin Store ke lokasi yang lebih strategis.

Perjalanan Ade menunjukkan bahwa membangun usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Kemampuan membaca peluang, memahami kebutuhan konsumen, berani mengevaluasi strategi, serta disiplin mengelola keuangan menjadi bekal penting untuk mempertahankan bisnis.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com