- IFG dan Berdaya Bareng menggagas program KolaborAKSI sejak 19 Agustus 2026 untuk memberdayakan perempuan serta penyandang disabilitas.
- Peserta mengikuti rangkaian acara di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026, yang mencakup seminar pemasaran digital dan pameran produk.
- Tujuh peserta terpilih dari final pitching proposal bisnis mendapatkan bantuan modal usaha berupa barang untuk pengembangan usaha.
Kesempatan ini diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan bisnis berdasarkan kebutuhan nyata, sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam menyusun dan menyampaikan rencana usaha.
Membuka Ruang Tumbuh yang Setara
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, mengatakan program KolaborAKSI merupakan bagian dari komitmen IFG untuk memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.
"Melalui KolaborAKSI, IFG berkomitmen memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha. Pembelajaran pemasaran digital membantu peserta mengomunikasikan keunggulan produk, membangun kepercayaan pelanggan, dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Denny.
Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-3 dalam mendorong kewirausahaan, sekaligus memperkuat peran IFG dalam mendukung kemandirian usaha dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Co-Founder Berdaya Bareng, Fany Efrita, menilai pemberdayaan UMKM perlu memberikan kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengenali potensi dan mengembangkan kemampuan bisnisnya.
"Bagi kami, pemberdayaan UMKM bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengenali potensi dan mengembangkan kapasitas bisnisnya. Melalui KolaborAKSI, kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, memiliki ruang yang setara untuk belajar, menunjukkan kemampuan, serta mengakses peluang pasar," kata Fany.
Melalui program ini, IFG dan Berdaya Bareng berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pelatihan, kesempatan untuk belajar, menunjukkan karya, dan memperluas jejaring diharapkan dapat membantu perempuan dan penyandang disabilitas semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha mereka.