Di Balik Kemudi Taksi, Ada Perempuan-Perempuan yang Berjuang Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 05 November 2026 | 17:08 WIB
Perempuan-Perempuan yang Berjuang Mengubah Masa Depan Keluarga Lewat Bluebird. (kolase/ist)
BACA 10 DETIK
  • Bu Tami, istri pengemudi Bluebird, membangun usaha roti rumahan bernama Dapur Mitmut setelah mengikuti kelas memasak Kartini Bluebird pada tahun-tahun sebelumnya.
  • Ivany Rosaline, ibu tunggal dari dua anak, bekerja sebagai pengemudi taksi Bluebird sejak tahun 2024 guna memenuhi kebutuhan keluarganya.
  • Komunitas Kartini Bluebird yang berdiri sejak 2014 telah menyediakan berbagai pelatihan keterampilan untuk mendukung peningkatan ekonomi keluarga pengemudi di beberapa wilayah.

Suara.com - Bagi sebagian orang, perjalanan bersama taksi mungkin hanya soal berangkat dari satu tempat dan tiba di tujuan. Namun, bagi orang-orang yang berada di balik layanan tersebut, perjalanan juga bisa menjadi bagian dari usaha membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

Cerita itu bisa ditemukan dari sosok Bu Tami, istri seorang pengemudi Bluebird yang mengembangkan usaha roti rumahan, hingga Ivany Rosaline, pengemudi taksi Bluebird yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus ibu bagi dua anaknya.

Keduanya memiliki jalan yang berbeda. Bu Tami menemukan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan memasak melalui komunitas Kartini Bluebird. Sementara Ivany memilih duduk di balik kemudi untuk memastikan kebutuhan kedua anaknya tetap terpenuhi.

Namun, ada satu hal yang mempertemukan cerita mereka: keinginan untuk mandiri dan memberi kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

Berawal dari Kelas Memasak, Bu Tami Membangun Usaha Roti

Awalnya, Bu Tami hanya ingin mengembangkan hobinya memasak. Kesempatan itu datang ketika ia bergabung dengan Kartini Bluebird, komunitas yang dibentuk untuk istri dan putri pengemudi Bluebird.

Saat pertama kali mengikuti kelas, Bu Tami sempat menghadapi persoalan sederhana yang mungkin juga dialami banyak ibu: siapa yang akan menjaga anaknya selama ia belajar?

Ia sempat khawatir tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. Suaminya pun mengingatkan bahwa tidak ada orang yang bisa menjaga anak mereka. Namun, Bu Tami tidak ingin kesempatan itu berlalu begitu saja. Ia akhirnya membawa anaknya ke tempat pelatihan.

Dari kelas memasak tersebut, ia belajar membuat aneka kue dan roti. Pengetahuan yang diperoleh kemudian ia kembangkan dengan mencoba berbagai resep hingga menemukan produk yang menjadi ciri khas usaha Dapur Mitmut.

Perjalanannya dimulai dari hal sederhana. Bu Tami membagikan roti buatannya kepada tetangga. Respons positif membuatnya mulai menerima pesanan melalui WhatsApp. Perlahan, usaha rumahan itu berkembang dan produknya kemudian dipasarkan di kantin Kartini Bluebird, termasuk di kawasan Mampang.

Bagi Bu Tami, kegiatan tersebut bukan semata-mata soal menambah penghasilan. Ia juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan memiliki kegiatan produktif di luar urusan rumah tangga.

Ia mengaku kini merasa lebih mandiri. Beban ekonomi keluarga yang sebelumnya lebih banyak ditanggung suami pun bisa dibantu melalui usaha yang dibangunnya.

Kisah Bu Tami menjadi salah satu contoh bagaimana kesempatan belajar dapat membuka jalan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi yang selama ini mungkin belum sempat digali.

Ibu Tami pemilik usaha Dapur Mitmut. (dok. Bluebird)

Menjadi Pengemudi demi Menghidupi Dua Anak

Cerita berbeda datang dari Ivany Rosaline. Perempuan berusia 45 tahun ini bergabung sebagai pengemudi taksi Bluebird pada 2024, ketika ia membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com