Dari Korea ke Indonesia, Inovasi Smart Factory Disiapkan untuk Koperasi dan UKM

Jum'at, 06 November 2026 | 12:43 WIB
Dari Korea ke Indonesia, Inovasi Smart Factory Disiapkan untuk Koperasi dan UKM. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Indonesia dan Korea Selatan menutup program Smart Factory di Kementerian Koperasi RI, Jakarta, pada Selasa (3/11/2026).
  • Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menerima laporan proyek untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing koperasi dan UKM.
  • Forum tersebut meluncurkan AVITEK KUKM dan menandatangani kerja sama internasional guna memperluas penerapan teknologi digital bagi pelaku usaha.

Suara.com - Perkembangan teknologi kini semakin dekat dengan aktivitas usaha, termasuk bagi koperasi dan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Mulai dari proses produksi hingga pengelolaan bisnis, pemanfaatan teknologi dinilai bisa membantu pelaku usaha bekerja lebih efisien dan meningkatkan daya saing.

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus kerja sama Indonesia dan Korea Selatan melalui program Official Development Assistance (ODA) Smart Factory Korea–Indonesia.

Program tersebut resmi memasuki tahap penutupan melalui kegiatan Korea–Indonesia Smart Factory Project Report, Dissemination and Appreciation Forum di Auditorium Lantai 2 Kementerian Koperasi RI, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, buku laporan dan dokumentasi hasil proyek diserahkan kepada Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono. Dokumen ini merangkum berbagai capaian sekaligus pembelajaran dari penerapan teknologi Smart Factory untuk mendukung transformasi koperasi dan UKM.

Ferry mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar bisa diterapkan dan memberikan manfaat bagi kegiatan usaha sehari-hari.

"Transformasi digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing koperasi serta UKM. Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat adopsi teknologi dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di Indonesia," ujar Ferry Juliantono dalam pernyataannya.

Agar hasil program tidak berhenti setelah proyek selesai, forum tersebut juga menjadi momentum peluncuran Asosiasi Inovasi Teknologi Koperasi dan UKM (AVITEK KUKM).

Asosiasi ini diharapkan menjadi wadah bagi koperasi dan UKM untuk mengembangkan inovasi sekaligus memperluas akses terhadap teknologi.

AVITEK KUKM memulai langkahnya dengan melibatkan 30 koperasi dan UKM penerima manfaat program serta 15 founder dari unsur Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, BINUS University, dan kalangan pengusaha teknologi.

Selain itu, AVITEK KUKM menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Innobiz Association Korea Selatan. Kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi, transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penerapan Smart Factory.

Kolaborasi juga diperluas melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Internex Indonesia dan EM Focus untuk mendukung pengembangan solusi digital bagi koperasi dan UKM.

Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-Gu, berharap kerja sama kedua negara bisa terus berlanjut dan membuka lebih banyak peluang bagi industri.

"Kami berharap kerja sama Indonesia dan Korea Selatan melalui program Smart Factory dapat terus berkembang, tidak hanya dalam transfer teknologi, tetapi juga menciptakan peluang kolaborasi berkelanjutan bagi industri kedua negara," ujar Yoon Soon-Gu.

Ke depan, pemanfaatan teknologi digital, Artificial Intelligence (AI), dan otomasi diharapkan semakin mudah dijangkau koperasi dan UKM.

Dengan begitu, pelaku usaha tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis secara lebih efisien dan kompetitif.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com