LINIMASA - Kemunculan pesawat nuklir E-6B Mercury yang mendarat di Islandia menggemparkan masyarakat dunia. Foto itu diunggah oleh akun Twitter resmi Komando Eropa Amerika Serikat EUCOM.
“Satu E-6B Mercury Angkatan Laut AS yang ditugaskan ke Komando Strategis Amerika Serikat Wing One tiba di Islandia baru-baru ini, saat melakukan operasi di area tanggung jawab Komando Eropa UE,” tweet akun EUCOM sebagaimana dikutip Linimasa.
Amerika Serikat dan Rusia merupakan dua negara di dunia yang memiliki pesawat nuklir atau kerap disebut pesawat kiamat.
Pesawat ini sejenis pos komando udara yang dirancang menjadi peluncur nuklir dan hebatnya bisa bertahan dari serangan nuklir dari musuh.
Pesawat kiamat ini rupanya diciptakan selama perang dingin berlangsung dan kini mulai mengudara usai terjadinya konflik NATO - Rusia dalam memperebutkan Ukraina.
Wing one merupakan sayap komando dan kontrol nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat yang memiliki markas di Pangkalan Angkatan Udara Tinker, Oklahoma.
Wing One memiliki tujuan menerima, memverifikasi dan mengirimkan kembali EAM (Pesan Tindakan Darurat) kepada Amerika Serikat.
EAM merupakan pesan yang menjadi pemandu pasukan Nuklir Amerika Serikat dalam menyerang dalam kondisi perang nuklir.
Angkatan Laut AS mempunyai 16 pesawat E-6 Mercury ditambah 4 pesawat Boeing E-4 “Nightwatch” Advanced Airborne Command Post (AACP) yang lebih tua.
Baca Juga: Buntut Pembubaran Klub Moge oleh Menkeu, KPK Kantongi Nama-Nama Penjual Harley Davidson Diduga ASN
Rusia merupakan satu-satunya negara lain di dunia yang mengoperasikan “pesawat kiamat” terdiri dari 3 pesawat komando dan kontrol lintas udara Ilyushin Il-80 yang dibuat sekitar tahun 1980.
Demikian informasi seputar perang Rusia - Ukraina, semoga bermanfaat.
Berita Terkait
-
5 Fakta Guyana Prancis, Wilayah Prancis Ini Letaknya di Benua Amerika
-
Pusat Intelijen Ukraina di Kiev Berhasil Digempur Pasukan Rusia
-
Vladimir Putin Ungkap Apa Sebenarnya Masalah Utama Rusia dan Amerika Serikat
-
Dubes AS Minta China Jujur Soal Asal-usul Virus Covid-19
-
Setahun Perang Rusia-Ukraina: Tidak Ada Pemenang dalam Perang Ini, Semuanya Kalah
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
Menjelang Magrib 2: Kala Medis Berhadapan dengan Ritual Keji di Desa Terpencil, Malam Ini di ANTV
-
Khusyuknya Prosesi Tiga Langkah Namaskara Sambut Waisak 2570 BE
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Produktif di 2026, Etenia Croft Kembali Hadirkan Lagu Kau Selalu Ada
-
Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park
-
Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai
-
Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an