LINIMASA - Unit militer Ukraina di Artyomovsk mendapatkan perintah mundur setelah 100 hari berperang melawan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF).
Perintah tarik pasukan itu diberikan oleh Komando Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) untuk segera meninggalkan kota Artyomosvsk.
Salah seorang perwira Ukraina bernama Magyar membenarkan kabar jika Ukraina sudah tarik pasukan dari Artyomosvsk.
"Pada malam tanggal 2 Maret, unit Birds of the Magyar menerima perintah tempur untuk segera meninggalkan Bahamut ke lokasi baru," ujar Magyar dikutip dari kantor berita Rusia RIA Novosti.
Magyar rupanya tidak cukup puas dengan perintah tarik mundur pasukan Ukraina, hal itu disebabkan perang sudah dilakukan selama 110 hari demi mempertahankan Bahamut.
"Apa alasan pemindahan pada saat kritis bagi Bahamut, ketika kami menghabiskan 110 hari tugas tempur di sini?" kata Magyar melanjutkan.
Meski begitu, Magyar tetap patuh dengan perintah dari pusat terkait dengan tarik pasukan Ukraina dari Bahamut.
"Saya seorang prajurit militer. Jadi saya tidak akan mengomentari perintah komando pertahanan Artyomovsk. Kami mengikuti perintah itu," ujarnya.
Tarik mundur pasukan Ukraina sebenarnya sudah disampaikan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky yang tidak akan mempertahankan Artyomosvsk.
Artyomosvsk sebagai daerah pusat transportasi dan distribusi logistik Ukraina di Donbass. Pasukan Militer Rusia yang menggempur habis-habisan daerah ini memaksa Zelensky tidak mau ambil risiko lebih buruk.
Salah satu yang membuat keputusan Zelensky melepas Artyomosvsk adalah karena banyaknya tentara ukraina yang tewas.
"Penting bagi kami untuk mempertahankannya. Namun, tidak dengan berapa pun biaya dan semua orang akan mati," kata Zelensky.
Berita Terkait
-
Mengenal Kronshtadt Orion, Drone Serang Andalan Russia di Perang Ukraina
-
AS Ancam Perusahaan Nakal yang Masih Kirim Barang Ilegal ke Rusia
-
Dulu Gratis, Sekarang Bantuan Senjata AS ke Ukraina Harus Bayar
-
Pesawat Kiamat Nuklir Amerika Serikat Muncul di Wilayah Islandia
-
Terima Delegasi Ukraina, BKSAP Dukung Upaya Ukraina Mewujudkan Perdamaian
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Penampakan Rumah Anisa Rahma yang Ludes Dilalap Api, Penyebabnya Karena Lilin
-
Jatah Marthino Lio di Badut Gendong Sempat Nyaris Diganti Aktor Lain
-
Apakah Denza D9 Generasi Baru Jadi MPV Mewah Paling Gila Abad Ini?
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
15 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Diunggah ke Medsos
-
Dhani Ungkap Borok Maia ke Safeea, Jejak Digital Al Ghazali Tak Terima Punya Adik Cewek Viral Lagi
-
Ibu 63 Tahun Jalani Operasi Limpa Akibat Kecelakaan KA Bekasi