/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 17:00 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (YouTube/Office of the Presidenr of Ukraine)

LINIMASA - Unit militer Ukraina di Artyomovsk mendapatkan perintah mundur setelah 100 hari berperang melawan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF).

Perintah tarik pasukan itu diberikan oleh Komando Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) untuk segera meninggalkan kota Artyomosvsk.

Salah seorang perwira Ukraina bernama Magyar membenarkan kabar jika Ukraina sudah tarik pasukan dari Artyomosvsk.

"Pada malam tanggal 2 Maret, unit Birds of the Magyar menerima perintah tempur untuk segera meninggalkan Bahamut ke lokasi baru," ujar Magyar dikutip dari kantor berita Rusia RIA Novosti.

Magyar rupanya tidak cukup puas dengan perintah tarik mundur pasukan Ukraina, hal itu disebabkan perang sudah dilakukan selama 110 hari demi mempertahankan Bahamut.

"Apa alasan pemindahan pada saat kritis bagi Bahamut, ketika kami menghabiskan 110 hari tugas tempur di sini?" kata Magyar melanjutkan.

Meski begitu, Magyar tetap patuh dengan perintah dari pusat terkait dengan tarik pasukan Ukraina dari Bahamut.

"Saya seorang prajurit militer. Jadi saya tidak akan mengomentari perintah komando pertahanan Artyomovsk. Kami mengikuti perintah itu," ujarnya.

Tarik mundur pasukan Ukraina sebenarnya sudah disampaikan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky yang tidak akan mempertahankan Artyomosvsk.

Baca Juga: Hitung-hitungan Timnas Indonesia U-20 Lolos ke Perempat Final Piala Asia U-20 2023: Berat tapi Bukan Mustahil

Artyomosvsk sebagai daerah pusat transportasi dan distribusi logistik Ukraina di Donbass. Pasukan Militer Rusia yang menggempur habis-habisan daerah ini memaksa Zelensky tidak mau ambil risiko lebih buruk.

Salah satu yang membuat keputusan Zelensky melepas Artyomosvsk adalah karena banyaknya tentara ukraina yang tewas.

"Penting bagi kami untuk mempertahankannya. Namun, tidak dengan berapa pun biaya dan semua orang akan mati," kata Zelensky.

Load More