/
Kamis, 16 Maret 2023 | 18:15 WIB
Sekjen PENA 98 Adian Napitupulu mengklaim bakal memperjuangkan Satpol PP non PNS agar bisa diangkat menajdi ASN. (Suara.com/Bagaskara)

LINIMASA - Baju bekas berkualitas alias baju thrifting menjadi sorotan pemerintah, pasalnya peredaran baju ini terancam dimatikan.

Menyusul pelarangan penjualan baju thrifting, membuat Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu turut memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah kali ini.

Adian Napitupulu menyebut apabila kehadiran barang-barang thrifting mengganggu industri tekstil di dalam negeri, maka Menkop UKM dan Mendag harusnya bisa memaksimalkan penjualan produk UMKM bukan malah trifting yang dilarang.

“Memaksimalkan peran menteri perdagangan. Memaksimalkan peran menteri UMKM, peran mereka aja yang dievaluasi,” ujar Adian kepada wartawan di Graha Pena 98, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2023).

Dengan lantang, Adian mengaku jika ia merasa keberatan dengan kebijakan pemerintah kali ini. Ia menyorot seharusnya pemerintah mengambil langkah yang tepat.

Adian menyebut apabila permasalahanya terletak pada pajak, maka diselesaikan pajaknya bukan malah dilarang beredar.

“Harus diperjelas masalahnya apa mereka masuk tanpa bayar pajak ya dipajakin aja.  Mereka menyerbu pasar, organisir aja jangan hilang begitu aja,” ujarnya.

Tak hanya itu, Adian Napitupulu sangat bangga dengan produk thrifting, hal itu dibuktikan saat ia dilantik menjadi anggota DPR memakai baju thrifting.

“Gue dilantik menjadi anggota DPR dengan jas bekas yang gue beli di Gedebage,” ujar Adian.

Baca Juga: Wasiat Terakhir Nani Wijaya ke Anak-Anak: Jangan Telat Salat

Adian menyebut jika ada dua faktor yang menyebabkan seseorang belanja thrifting, pertama karena pakaianya impor, murah dan modelnya unik tidak umum beredar di masyarakat.

“Orang nanya kenapa lu suka belanja di Gedebage? Pertama, harganya murah. Kedua modelnya ga biasa, banyak hal kok orang mencari barang second itu pakaian segala macam,” sambungnya.

Lebih lanjut, Adian mempertanyakan sejauh langkah Menkop UKM membina UMKM di Indonesia agar berkembang.

“Sudah semaksimal apa sih mereka membina itu. Ada banyak juga kok barang-barang lain proyeksi UMKM yang tak ada kaitannya dengan impor bekas, makanan apa segala macam banyak sekali toh tidak berkembang,” ujarnya.

Load More