Suara.com - Lewat berbagai kegiatan yang ada di Papua Youth Creative Hub (PYCH), anak-anak muda Papua bebas untuk berkreasi serta menunjukkan minat dan bakatnya.
Salah satu kegiatan yang ada di PYCH adalah printing baju. Belasan anak muda Papua, aktif dalam kegiatan ini setiap harinya untuk memproduksi kaus-kaus PYCH.
"Printing merupakan salah satu produk inovasi dari UMKM lokal, dan di dalam printing itu kami produksi beberapa desain, salah satunya desain budaya," kata Koordinator Printing PYCH, Orlando Ahaztary.
Orlando berharap, lewat desain budaya yang dilampirkan dalam gambar kaus-kaus yang diprinting, akan membuat nama Papua makin dikenal di masyarakat luas. Termasuk dalam seni budaya dan kekayaan alamnya.
"Kami membuat beberapa desain seni budaya Papua, ada rumah honai, Papua art, burung cenderawasih, dan ada juga beberapa desain modern," paparnya.
Lebih lanjut, pemuda berusia 18 tahun tersebut juga berharap agar teman-temannya bisa memanfaatkan kegiatan printing di PYCH untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam dunia bisnis sablon.
Dalam kesempatan itu, Orlando juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberikan idenya dalam pembangun gedung PYCH.
Berkat itu, dia menyebut teman-temannya punya kesempatan untuk mengasah bakat dan kemampuannya untuk bisa membanggakan keluarga dan tanah Papua.
"Setelah itu mengasah kelebihan kita dalam kreativitas sablon, dan ketika di luar sana kita bisa mengembangkan apa yang kami tahu untuk membuka bisnis produk sablon sendiri," katanya.
Baca Juga: KST DKI Jakarta Borong Dagangan dan Beri Bantuan Etalase ke UMKM di Tanjung Priok
Rencana Buka Printing Sablon di Pegunungan Papua
Salah satu pemuda Papua yang mengikuti kegiatan sablon ini, Yeremia Faot mengaku berencana membuka bisnis sablon di daerah tempat tinggalnya di pegunungan Papua.
Jika nantinya berhasil membuka sablon di pegunungan, dia berharap bisa membuka lapangan pekerjaan dan peluang belajar untuk teman-temannya di daerah pegunungan.
"Di sini adalah tempat yang baik untuk saya menimba ilmu di bidang sablon. Saya sudah mendapat ilmu tentang cara kita mengelola mesin sablon dengan baik, cara menabur powder, menggunakan mesin press, dan sebagainya, termasuk dunia bisnis sablon," kata Yeremia.
"Harapan saya, setelah keluar dari sini, bisa membuka lapangan pekerjaan di pegunungan, di tempat saya. Sehingga di sana teman-teman dapat belajar seperti saya ini," harapnya.
Adapun para pemuda itu juga bagian dari Papua Muda Inspiratif (PMI) yang menjadi binaan Badan Intelijen Negara (BIN).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih
-
Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T
-
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen