LINIMASA - Pimpinan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Kiai Said Aqil Siradj menyinggung soal pemerintah yang melarang bukber atau buka puasa bersama.
Menurut Aqil Siradj, larangan pemerintah tersebut dapat menimbulkan kegaduhan dan rasa tidak percaya di masyarakat.
"Secara umum itu menyinggung perasaan umat Islam karena ini sudah jadi budaya," kata Said Aqil Siradj.
Lebih lanjut, menurut said, sikap pemerintah itu msebagai bentuk intervensi berlebihan atas ruang-ruang kehidupan keagamaan yang selama ini suatu kekhususan para pemimpin dan ormas-ormas keagamaan.
Kemudian, lanjut dia, dicoba dipaksakan merlalui intervensi kebijakan yang cenderung dan disinyalir merupakan tindakan penahanan bagi psikologis umat.
Kendati pemerintah menerapkan aturan larangan bukber, tapi Aqil Siradj beranggapan bahwa hal tersebut dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Bahkan menurutnya, pada saatnya akan melahirkan ketidakpercayaan umat jika membiarkan hal itu terjadi.
Selain itu, kata Aqil Airadj, boleh saja pemerintah mebuat imbauan seperti tidak menggunakan anggaran pemerintah untuk melakukan buka puasa bersama.
"Buka bersama itu ada di mana-mana, di Masjidilharam, Mekah buka bersama. Amir-amir, famili dari kerajaan buka bersama itu biasa. Hanya maksudnya baik agar tidak terjadi pemborosan, tinggal itu saja penekanannya, jangan dilarang buka bersama," kata Said. (Sumber: ANTARA)
Baca Juga: Sempat Jadi DPO, Pengacara Natalia Rusli Serahkan Diri ke Polisi
Berita Terkait
-
Jadwal Buka Puasa Kota Bandar Lampung Sabtu 25 Maret 2023
-
Resep Martabak Manis Mini, Tekstur Bersarang Anti Gagal Cocok untuk Takjil
-
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar, Parepare, dan Kabupaten Bone, Sabtu 25 Maret 2023
-
Tips Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan, Tubuh Tidak Mudah Kehausan
-
3 Perbuatan Makruh dan 7 Hal yang Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan, Muslim Harus Tahu!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga