/
Selasa, 06 Juni 2023 | 13:22 WIB
Tangkap layar unggahan Twitter yang menyebutkan Swedia meresmikan seks sebagai olahraga. (Twitter)

LINIMASA - Beredar kabar yang menyebutkan Badan Olahraga Swedia mengakui seks sebagai olahraga dan menerima keanggotakan Federasi Seks Swedia mempromosikan Kejuaraan Seks Eropa.

Pengguna media sosial riuh mengunggah sebuah berita yang mengklaim bahwa Swedia secara resmi menyatakan seks sebagai olahraga dan menyebut negara berpopulasi 10,42 juta jiwa tersebut menjadi tuan rumah Kejuaraan Seks Eropa pertama. 

Narasi tentang klaim tersebut tersebar luas melalui beberapa media asing di wilayah India dan Nigeria, sebagaimana dilaporkan Snopes.com

Salah satunya unggahan akun Twitter @thetatvaindia yang menyebutkan bahwa Kejuaraan Seks Eropa sangat dinanti-nanti dan berlangsung di bawah bimbingan Federasi Seks Swedia. Akun Twitter tersebut menyebut kejuaraan seks itu akan berlangsung pada 8 Juni 2023. (sumber: https://twitter.com/thetatvaindia/status/1664889178331529219)

"Para peserta yang ikut serta dalam kompetisi ini harus terlibat dalam sesi seks yang akan berlangsung hingga enam jam setiap hari. Satu pertandingan solo setidaknya akan berlangsung selama 40-45 menit. Para peserta harus bersaing dalam berbagai kategori termasuk, pemanasan, seks oral, penetrasi, pengetahuan tentang zona sensitif seksual dan sebagainya," cuit @thetatvaindia pada 3 Juni 2023.

"Panel juri telah ditetapkan untuk memutuskan pemenang kompetisi tetapi ada twist dalam permainan. Para hakim dan hadirin akan mempertimbangkan faktor-faktor pertimbangan seperti keterampilan komunikasi yang baik antara pasangan, tingkat daya tahan mereka, kimia yang mereka bagikan dan pengetahuan mereka tentang seks," tambahnya.

Sebagaimana dilaporkan OPIndia melansir Dragan Bratych, menyebut Ketua Federasi Seks Swedia mengatakan seks sama seperti olahraga lainnya di mana mencapai hasil yang diinginkan dalam aktivitas seks tentu membutuhkan pelatihan. 

Alhasil masuk akal bagi orang untuk mulai bersaing dalam topik ini karena semakin banyak kesenangan yang dialami pasangan, maka semakin banyak poin yang diperoleh. 

Namun, klaim yang menyebutkan bvahwa Swedia meresmikan seks sebagai olahraga adalah salah alias hoaks. Surat Kabar Swedia, Goteborgs-Posten membantah klaim tersebut. 

Baca Juga: Tak Hanya Jadi Pelengkap Mie Ayam, Berikut Manfaat Sawi Putih bagi Kesehatan

Faktanya, permohonan keanggotaan Federasi Seks Swedia telah ditolak oleh Konfederasi Olahraga Swedia (RF). 

Dalam laporan tersebut, Bratych menjalankan beberapa klub strip dan telah mengajukan aplikasi agar memasukan seks sebagai olahraga. Usaha itu terbukti gagal karena permohonannya ditolah oleh RF. 

Ketua RF Bjorn Eriksson mengatakan kepada Goteborgs-Posten bahwa Federasi Seks Swedia tidak memenuhi persyaratan. 

"Itu tidak memenuhi persyaratan kami dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa aplikasi ini telah ditolak. Kami memiliki hal-hal lain yang harus dilakukan." 

Dalam sebuah wawancara dengan Efter Fem di TV4 pada Januari 2023, Ericksson pun mengatakan kabar itu hanyalah omong kosong."Saya hanya berharap omong kosong ini hilang. Ini akan menjadi suara bulat dari kita," katanya.  

Menurut RF, melalui keterangan resmi pada April 2023, menjelaskan penolakan itu karena aplikasi yang tidak lengkap. 

Load More