- Laba bersih SIG melonjak 88,7% jadi Rp80 miliar di Kuartal I-2026.
- Fasilitas ekspor baru di Tuban siap operasi pertengahan 2026 guna dongkrak margin.
- SIG sukses tekan biaya keuangan 35,4% lewat optimasi fundamental keuangan.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuktikan ketangguhannya di tengah badai overcapacity yang masih menghantui industri semen domestik. Emiten pelat merah berkode saham SMGR ini mulai memetik hasil manis dari strategi transformasi yang dijalankan secara disiplin.
Tak sekadar bertahan, SIG justru berhasil memacu momentum pertumbuhan pada kuartal I-2026. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun, tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka yang lebih fantastis terlihat pada laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang melonjak signifikan 88,7 persen menjadi Rp80 miliar.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari resiliensi bisnis dan penguatan fondasi jangka panjang. "SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan," ujar Vita dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Salah satu kartu as SIG dalam menghadapi ketatnya persaingan domestik adalah ekspansi pasar internasional. Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang menggandeng Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah merampungkan proyek dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.
Fasilitas ini dijadwalkan beroperasi pada pertengahan tahun 2026 dan diproyeksikan menjadi pangkalan utama untuk mendongkrak utilisasi pabrik serta margin usaha. "Ekspor akan menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan utilisasi sekaligus mendukung profitabilitas Perseroan," tambah Vita.
Di balik layar, SIG juga melakukan "bersih-bersih" operasional. Pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, hingga efisiensi biaya keuangan menjadi kunci. Terbukti, biaya keuangan bersih berhasil ditekan hingga 35,4 persen yoy melalui pengelolaan finansial yang lebih optimal.
Dengan pertumbuhan penjualan domestik mencapai 5,4 persen yoy dan volume penjualan total naik menjadi 8,71 juta ton, SIG mempertegas posisinya sebagai pemimpin pasar yang semakin kompetitif di level regional. Langkah transformasi ini menjadi sinyal positif bahwa sang raksasa semen siap melesat lebih jauh di tahun 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
-
Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya
-
Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT