Disukai dan bahkan menjadi buah favorit banyak orang, durian jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan efek samping lho! Dampak jelek itu adalah mabuk durian.
Jadi ternyata, di balik kelezatan durian memang ada pantangan untuk tidak terlalu banyak memakannya. Lantas, bagaimana cara mengatasi mabuk durian ini?
Seperti ditulis Suara.com, memang buah durian yang kerap dijuluki "raja buah" ini dikenal memiliki karakteristik unik, seperti aroma yang menyengat, kulit berduri, serta tekstur daging yang lembut dan rasa yang manis lezat.
Durian sendiri diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, antara lain seperti meredakan gejala tekanan darah tinggi, meredakan demam, meredakan gejala liver, mempercepat penyembuhan luka dan sebagainya.
Tapi meski banyak kegunaannya, jika dikonsumsi dalam jumlah besar durian juga akan menimbulkan masalah yakni mabuk durian. Mabuk durian sendiri bisa dinyatakan sebagai salah satu kondisi keracunan makanan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Nah, selama ini ada beberapa cara untuk mengatasi mabuk durian tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Minum air hangat dicampur garam
Cara mengatasi mabuk durian yang pertama adalah dengan meminum air hangat yang dicampur dengan garam secukupnya. Meskipun tidak memiliki penjelasan secara ilmiah, air garam yang hangat disebut dapat membantu menetralkan tubuh saat mabuk durian.
2. Minum air kelapa
Air kelapa dikenal sebagai obat alami yang dapat mengatasi mabuk durian. Pasalnya, air kelapa ini mengandung gula alami dan kalium yang digunakan untuk mengatasi dehidrasi setelah mabuk dan keracunan. Air kelapa juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Baca Juga: 5 Manfaat Terapi Bekam Bagi Tubuh, Bisa Menghilangkan Stretch Mark
3. Meminum segelas susu
Selain menggunakan campuran air hangat dengan garam, atau air kepala, susu juga dipercaya dapat menetralkan kandungan gas pada durian dalam tubuh. Susu mengandung protein (kasein) yang dapat melawan alkohol. Namun tidak disarankan untuk minum susu bersamaan dengan memakan durian, karena justru dapat menaikkan kadar glukosa secara drastis.
4. Memakan buah manggis
Berdasarkan penelitian, buah manggis mengandung vitamin B kompleks yang cocok untuk dimakan saat mabuk durian. Buah manggis bahkan disebut aman juga dikonsumsi bersamaan dengan makan buah durian.
Itulah 4 cara alami dan sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi mabuk durian. Tentu, selain beberapa cara di atas, Anda dapat mengatasi mabuk durian dengan membatasi jumlah konsumsi durian ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
-
4 Pelembap Red Algae untuk Kulit Lebih Kenyal dan Kencang Sepanjang Hari
-
Deretan Aktor Muslim yang Ternyata Miliki Keturunan Tionghoa
-
Link Resmi Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Awal Puasa Segera Diumumkan!
-
Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital
-
Lokataru Foundation: RUU KKS Berpotensi Jadi Alat Represif Baru
-
The Art of Manifesting: Kenapa Gen Z Butuh Self-Care?
-
Peziarah TPU Kawi-Kawi Resah, Jasa Bersih Makam Musiman Diduga Memaksa Minta Uang
-
Denise Chariesta Nangis Dapat Angpao Rp2 Ribu dari Warganet: Ini Berarti Buat Kami
-
THR ASN Batal Cair Awal Ramadan 2026? Menkeu Purbaya Beri Penjelasan Ini