/
Rabu, 03 Agustus 2022 | 23:52 WIB
Ilustrasi anak kurang sehat, anak sakit, kesehatan anak. (Pexels)

Disentri merupakan salah satu penyakit yang sering diderita anak, dengan jumlah pasien anak seluruh dunia mencapai 60 persen. Tapi, masih ada beberapa masalah kesehatan atau penyakit lainnya yang juga kerap menimpa anak-anak, salah satunya adalah hepatitis.

Penyakit hepatitis juga tergolong kerap menyerang anak. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI per Mei 2022 saja, hepatitis akut banyak menyerang anak mulai dari usia bawah 5 tahun hingga 16 tahun.

"Flu pun kerap kali menyerang anak-anak. Tetapi saat ini sulit dipastikan jumlah pasiennya, karena masih pandemi Covid-19. Peningkatan grafik Covid-19 pada anak juga berbanding lurus dengan masalah kesehatan gizi di Indonesia," papar dokter spesialis anak, dr. Lucy Amelia, Sp.A, M.Kes., melalui siaran pers kepada Suara.com, baru-baru ini.

Dijelaskan pula bahwa beragam penyakit tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya tumbuh kembang anak, yang antara lain berisiko stunting. Padahal, tumbuh kembang anak perlu dijaga dengan baik, karena anak merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.

“Untuk menciptakan generasi penerus yang sehat, kreatif dan berprestasi, ibu harus memperhatikan kesehatan fisik, motorik dan kognitif anaknya. Ketiga hal tersebut dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang dikonsumsi anak di setiap harinya,” jelas dokter Lucy.

“Pemenuhan asupan nutrisi dapat membantu mencegah terjadinya penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak,” tambah sang dokter spesialis.

Sehubungan dengan itu, dr Lucy menyarankan agar orang tua memperhatikan kesehatan anak melalui medical check up, yang sekaligus bisa memberikan informasi tentang status gizi anak. Dengan itu menurutnya, orang tua bisa mendeteksi sedini mungkin jika ada penyimpangan pada kesehatan anak, sehingga dapat segera melakukan penanganan sesuai kebutuhan.

“Jika anak tidak melakukan medical check up sejak dini dan rutin, maka orang tua tidak tahu penyakit bawaan yang bisa saja diderita oleh anak, atau penyakit baru dari virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh anak,” jelasnya.

Dalam hal ini, salah satu bentuk kecil yang dapat mulai dilakukan orang tua ialah memperhatikan kesehatan pencernaan anak. Sehubungan itu, probiotik menjadi salah satu yang dapat membantu mendukung kebutuhan kesehatan pencernaan anak.

Baca Juga: Lucunya Video Junior Liem Gambarkan Kehidupan Bapak-Bapak, Bikin Ngakak!

Nah, itulah antara lain yang perlu diperhatikan oleh para orang tua demi melindungi anak sejak dini dari berbagai masalah kesehatan.

Load More