Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahaya pernyataan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Presiden China, Xi Jinping sebagai kakak besar. Menurut Rocky, Jokowi sama saja mengelu-elukan Xi Jinping sebagai tokoh yang otoriter.
"Jadi ini bahayanya kalau presiden Jokowi menyebut kakak besar. Itu artinya (Jokowi) mengelukan Jinping sebagai seorang tokoh otoriter," ujar Rocky di Youtube Rocky Gerung Official dengan judul "Sapa Xi Jinping Kakak Besar, Jokowi Hidupkan kembali Poros Jakarta-Beijing" yang dikutip Suara.com, Kamis (17/11/2022).
Pasalnya kata Rocky, Xi Jinping saat ini dinilai mabuk akan kekuasaan karena akan menjadi presiden seumur hidup. Sehingga dikhawatirkan akan semakin otoriter.
"Karena orang melihat Xi Jinping hari ini Xi Jinping yang mabuk kekuasaan. Karena dia merasa dia akan menjadi pemimpin seumur hidup dan sekarang Xi Jinping menguasai tentara. Dulu tentara ada faksi lain sekarang Jinping taruh orang-orangnya di tingkat wilayah semacam ada gubernur intel atau orang-orang dia dan itu membuat cemas dan Jinping betul-betul akan sangat jadi otoriter karena dia kuasai partai dia kuasai sayap-sayap milter," kata dia.
Bahkan sapaan Jokowi ke Xi Jinping kakak besar memberi contoh yang buruk bagi demokrasi. Terlebih kata dia, Indonesia nantinya akan dianggap sudah masuk dalam jebakan utang (Debt Trap).
"Intinya dan itu bukan pelajaran bagus bagi demokrasi apalagi di dunia barat akan dianggap Indonesia betul-betul sudah masuk dalam jebakan debt trap (jebakan utang)," kata Rocky.
Tak hanya itu, Rocky juga menyebut Jokowi tak memahami ucapan selamat yang diberikan kepada Xi Jinping. Yang itu artinya kata Rocky memberikan selamat menjadi otoriter kepada Xi Jinping.
"Demokratic valuenya nggak dipahami pak Jokowi selamat menjadi otoriter. Artinya bangsa ini boleh jadi otoriter kan menyelamatkan seseorang yang itu, seperti di Eropa," ucap dia.
Selain itu, Rocky juga menyebut Jokowi tak peka diplomasi dengan saapan ke Xi Jinping sebagai kakak besar.
Baca Juga: Mesranya Jokowi Sampai Punya Panggilan Spesial ke Joe Biden dan Xi Jinping
"Jadi Presiden Jokowi juga nggak peka dia. Mengucapkan selamat boleh lah, tapi jangan dengan kakak besar. Faktanya kan sudah terpilih sebagai presiden, sudah mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup dalam periode ketiga. Jadi sebetulnya masalah kita kepekaan diplomasi itu yang tidak dipahami oleh pak presiden," katanya.
Sebelumnya, kehadiran Xi Jinping juga diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan kunjungan pertama pemimpin China tersebut setelah dirinya terpilih sebagai Sekjen Partai. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memanggil Xi Jinping dengan sebutan kakak besar atau 'big brother' dalam bahasa Inggris.
"Saya ingin mengucapkan selamat datang di Bali, Presiden Xi Jinping, dan senang sekali dapat menyambut kakak besar di Bali setelah pertemuan kita di Beijing. Secara langsung saya juga ingin menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Yang Mulia sebagai Sekretaris Jenderal Partai," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis, Rabu (16/11/2022).
Xi Jinping meenyebut, kunjungan ini sekaligus memperlihatkan kedekatan hubungan China dengan Indonesia. Menurut Xi Jinping, Jokowi merupakan pemimpin negara sahabat China pertama yang mengunjungi China sejak kasus COVID-19 merebak.
"Saya bersedia melakukan komunikasi strategis secara mendalam dengan Bapak Presiden untuk bersama-sama mendiskusikan bagaimana mengembangkan hubungan bilateral ke depan dan merancang cetak biru pembangunan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Indonesia," sambung Xi Jinping.
Berita Terkait
-
Di Bangkok, Jokowi Minta Seluruh Pemimpin Anggota APEC Lakukan Kolaborasi Mutlak untuk Hadapi Krisis Global
-
Ungkap Makna Jokowi Sapa Xi Jinping Dengan Sebutan Kakak Besar, Rocky Gerung: Indonesia Butuh Investasi China
-
Momen Xi Jinping Marahi PM Kanada di Bali karena Bocorkan Percakapan ke Media
-
Presiden China Xi Jinping Tegur Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di KTT G20 Imbas Obrolan Mereka Bocor ke Media
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut