/
Jum'at, 18 November 2022 | 12:34 WIB
Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming Raka sarapan di Solo, Selasa (15/11/2022). - (Twitter/@aniesbaswedan) (Twitter)

Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum lama ini bertemu dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Pertemuan Anies dan putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini lantas dianggap sebagai upaya untuk memecah belah PDI Perjuangan.

Hal ini dilontarkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah. Namun, tampaknya pernyataan dari Said ini tidak sejalan dengan politisi PDI Perjuangan lainnya.

Politisi PDI Perjuangan Panda Nababan justru menilai pertemuan antara Anies dan Gibran merupakan hal yang lumrah.

Hal ini dilontarkan oleh Panda Nababan saat menjadi salah satu narasumber dalam acara Dua Sisi yang tayang di kanal YouTube tvOneNews pada Kamis (17/11/2022).

"Terlampau jauh. Biasa-biasa saja, ya kayak kunjungan turis gitu lho. Nggak ada signifikansinya," ujar Panda Nababan seperti dikutip Mamagini pada Jumat (18/11/2022).

Lebih jelas, menurut Panda Nababan, terkait pertemuan Anies dan Gibran bisa memecah belah PDI Perjuangan terlalu berlebihan.

"Saya pikir terlampau jauh ya," lanjutnya.

Said Abdullah Curigai Pertemuan Anies dan Gibran

Mengutip Suara.com, PDI perjuangan mencurigai Anies Baswedan sedang bermain politik pecah belah lewat pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Bikin Emosi, Isi Permintaan Maaf Kharisma Jati ke Keluarga Jokowi: Saya Bukan Penjilat, Pembeo atau Perundung

Kecurigaan itu muncul berkaitan dengan Pilgub DKI pada 2024 mendatang.

"Maksudnya itu Anies mau jadi king maker di DKI? Iya tapi kalau Anies yang mau majukan Gibran, Anies gak punya partai, Gibran kader PDI Perjuangan. Itulah tricky politik Anies saja untuk mecah-belah PDIP Perjuangan," kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Said menegaskan apabila benar-benar hal itu dilakukan Anies maka kecurigaan ia benar adanya.

"Iya dong (memecah belah). Orang Gibran calon kita, tiba-tiba dia masuk ke situ," kata Said.

Load More