Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto rupanya berada di Bali kala Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berlangsung. Dirinya mengikuti pertemuan bilateral yang diadakan di sela agenda KTT.
Keberadaan Prabowo rupanya berhasil mencuri perhatian publik. Terlebih dirinya dianggap memiliki sikap yang terpuji lantaran memilih untuk tidak menginjak karpet merah.
Momen ini dibagikan ulang oleh akun Instagram LambeGosiip. Dalam unggahan tersebut terlihat Prabowo berdiri di sisi lain lantai yang tidak tertutup karpet.
Slide berikutnya memperlihatkan momen ketika Presiden Perancis Emmanuel Macron lewat di karpet merah dan Prabowo berada di belakangnya namun tetap tak menginjak karpet sakral tersebut.
Fotografer Bachren Lukskardinul yang pertama mengunggah foto ini pun menjelaskan kemungkinan alasan Prabowo tidak menginjak karpet merah. Usut punya usut hal ini berkaitan dengan penggunaan karpet merah yang punya makna tersendiri.
"Sejatinya memang karpet meraj diperuntukan bagi presiden dunia. Dahulu, karpet merah dipakai untuk para raja. Para pemimpin tertinggi negara. Hingga di kalangan perfilman zaman sekarang, karpet merah dipakai untuk para bintangnya," tulis Bachren dalam unggahan Instagramnya.
Dirinya pun menambahkan bila sikap dan adab Prabowo ini patut ditiru dan sadar akan kapasitasnya sehingga tak menginjak karpet merah yang ditujukan untuk presiden atau pemimpin tertinggi negara. Ia juga berharap bila kelak Prabowo bisa menginjak karpet merah ini.
Mengetahui hal ini, tidak sedikit warganet yang memuji sikap Prabowo. Kebanyakan berpendapat bila Menhan memiliki adab dan sikap yang terpuji.
"Manner dan attitude emang diajarin di TNI, beliau tau kapasitas dan jabatannya karena karpet merah emang untuk presiden dan tamu. Sebenernya bisa aja sih Pak Prabowo nginjek tapi balik lagi itu manner," komentar seorang warganet.
Baca Juga: Kader PPP Deklarasikan Anies, Waketum Golkar Ingatkan Capres KIB Tidak Didasari Politik Identitas
"Pak Prabowo tau kalau karpet merah untuk sekelas presiden sedangkan beliau baru menteri, salut tau menempatkan diri," tulis warganet lain.
Bahkan karena tindakan ini beberapa warganet mengaitkannya dengan jabatan presiden di masa depan. Warganet tersebut menulis, "Berarti Pak Prabowo itu orang yang tau diri dan respect orangnya, pantaslah jadi presiden selanjutnya."
"Sehat-sehat ya pak, janji 2024 saya pilih bapak," tambah warganet yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG