Viral video perundungan yang diduga terjadi SMP Plus Baiturrahman, Bandung. Kejadian diperkirakan Jum'at (18/11) siang pada jam sekolah.
Kemudian Instagram Majeliskopi08 memuat postingan ulang adegan seorang siswa SMP yang membuli temannya di kelas.
Aksi tersebut disaksikan oleh beberapa siswa lainnya.
Bermula seorang siswa yang diduga pelaku memakaikan satu helm pada seorang siswa yang sedang duduk.
Kemudian si pelaku menendang kepala korban, hingga korban tergeletak di lantai.
Mirisnya, teman sekelas yang lain hanya menertawakan dan tidak menolong, terlihat seakan-akan mendukung aksi bullying tersebut.
Sudah jatuh pun, korban masih saja diduduki pelaku. Warganet pun mengutuk tindakan para siswa yang tidak terpuji tersebut.
Diantaranya minta wali kota setempat mengusut siswa yang membully itu.
"minta tolong pak walikota kejadian ini diusut tuntas," tulis @kangyanamu***
Baca Juga: CEK FAKTA: Presiden Turki Pilih Jabat Tangan Anies Ketimbang Jokowi Saat KTT G20, Benarkah?
"Orang tua dan sekolah jangan abai terhadap pendidikan perilaku anak. Jangan hanya mengejar nilai formal saja tapi perilaku minus. Pengawasan dilingkungan sekolah diluar jam pelajaran juga harus ketat. Bullying kerap terjadi karena sekolah yg kadang mahal tapi keamanan siswa tidak terjamin. Pasang CCTV di kelas2 serta lingkungan sekolah," tulis boye***
"Yang bgini harusnya uda dikeluarkan dri sekolahan . Yang bilang hanya kenakalan remaja, cukup diksih bimbingan, sini keluarga lu digituin. Apa mau pelakunya dibimbing doank?" tulis aazed***
Pihak Keluarga Berdamai
Melansir suara.com, setelah mengetahui kejadiaan tersebut, pihak keluarga membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan, untungnya tidak ada cedera yang serius pada kepalanya.
Usai video tersebut viral di media sosial, tidak perlu menunggu waktu lama akhirnya kedua orang tua korban, korban, dan pelaku melakukan mediasi dengan kepala sekolah SMP Plus SMP Plus Baiturrahman, Bandung pada Sabtu (19/11/2022).
Berita Terkait
-
Polisi Usut Kasus Siswa SMP di Bandung yang Kepalanya Ditendang hingga Pingsan
-
Geger Aksi Kekerasan Anak SMP Plus Baiturrahman Bandung, Begini Pengakuan Keluarga Korban
-
Wajah Suram Bandung Barat Dibalik Proyek Ambius Presiden Jokowi Rp118,5 Triliun Kereta Cepat Jakarta-Bandung
-
Siswa SMP di Bandung Jadi Korban Perundungan, Dilaporkan Sempat Pingsan Dilarikan ke Rumah Sakit
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Update Harga HP Samsung Galaxy A Series, Spesifikasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Jadi Kepala BGN, Berapa Harta Kekayaan Nanik S Deyang versi LHKPN?
-
2 Orang Terkena Peluru Nyasar di Kampus UNP, Diduga dari Latihan TNI
-
Tak Ada Tuntutan Pecat Bagi 4 Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Parfum Sandalwood Wanginya Seperti Apa? Ini 4 Rekomendasi Produk Lokal yang Awet
-
Karhutla di Kandis dan Sokoi Membaik, Kondisi Rantau Bais Cukup Berat
-
Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen
-
Drama Code Blue, Perjuangan Dokter Muda dalam Menyelamatkan Nyawa
-
Tak Sekadar Penghasil Madu, Mengapa Lebah Apis dorsata Penting bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga?
-
Film The Second Child: Rahasia Shadow Fairy Tale yang Penuh Teka-teki