Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli blak-blakan menyebut alasan dirinya hanya 1 tahun menjabat sebagai menteri di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Rizal Ramli menyebut alasannya adalah karena Wakil Presiden periode 2004-2009 dan 2014-2019, M Jusuf Kalla (JK) tidak menyukainya.
"Setahun, masalahnya ada dua JK memang terganggu sama saya dulu dia kan di kabinet sangat dominan lah. Begitu kita masuk berubah, pikiran kita yang akhirnya jadi kesimpulan rapat Jokowi," ujar Rizal Ramli.
"Terus proyek dia kita potongin, dia kan banyak proyek macam-macam lah, pengen anaknya bikin tangki BBM di Merak sama Makassar suruh Pertamina yang bayar, saya bilang ngapain? kita itu beli BBM satu setengah juta barel setiap hari enggak usah pakai duit Pertamina, suruh aja pemasoknya bikin tangkinya, ini kan kayak mau dagang kerupuk."
Selain menguak alasan tersebut. Rizal juga mengukap rahasia terkait JK.
Saat diminta jadi menteri oleh Jokowi ia memberikan syarat agar dia tak perlu memberikan laporan ke Jusuf Kalla yang saat itu menjadi wakil presiden di pemerintahan Jokowi.
"Tapi dengan syarat, saya enggak mau laporan-laporan sama pak JK, ditanya kenapa? JK biasanya dibisnisin pengetahuan yang di dalam," ungkap Rizal Ramli dalam perbincangan di Kanal YouTube Refly Harun.
Menurut Rizal Ramli, JK sudah membisniskan informasi dari dalam istana sejak menjadi menteri Gus Dur.
"Dulu kan si JK waktu menterinya Gus Dur sebagai menteri perdagangan dan Ketua Bulog dia bujuk untuk impor beras, dia kasih kemudian buat si Aksa [adik JK] buat import untungnya gede, Gus Dur baru tahu belakangan dipecat JK diganti Luhut Panjaitan, Ketua Bulog diganti sama Rizal Ramli," kata Rizal Ramli.
Baca Juga: Live Streaming Ekuador vs Senegal Piala Dunia 2022, Link-nya Akses di Sini
"Jadi dia kalau punya info apa pasti dia didagangin," imbuhnya.
Rizal Ramli sendiri hanya bertahan kurang lebih satu tahun di kabinet Jokowi periode pertama.
Berita Terkait
-
Jangan Saling Tuduh, Erick Thohir: Tak Ada Aliran Dana BUMN Buat Gerakan Nusantara Bersatu Relawan Jokowi
-
Jokowi Kode Capres Ideal Berambut Putih dan Penuh Kerutan, Gerindra: Kita Nggak Mau Geer
-
Eks Penyidik Polres Jaksel Sebut Kasus Penembakan Brigadir J Bisa Diungkap 2 Jam jika Saksi Tak Diintervensi
-
Jokowi Minta Tinggalkan Barang Impor, Intip Lagi Koleksi Gucci Hingga Dior Kahiyang Ayu Sampai Iriana Jokowi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026