"Tega ngelaporin ibu sendiri ke polisi atas dugaan kekerasa, ibu yg sudah membesarkan dan menyekolahkan banting tulang," kata wanita itu.
Wanita itu juga membagikan surat laporan polisi terkait dirinya yang dilaporkan sang anak.
Dari unggahannya, terlihat wanita itu dilaporkan sang anak ke Poltabes Palembang Sumatera Selatan.
"Tega sekali kamu nak," kata wanita itu dengan emoji hati terbelah dan menangis," ungkap wanita itu.
Pengakuan wanita yang dilaporkan anak kandungnya mendapat respon dari netizen. Netizen mengaku sedih dan kasihan dengan wanita itu.
"Anak nya kurang ajar banget, di didik yg benar malah ga terima. padahal akibat perbuatan dia itu, orangtua di akhirat bisa keseret loh naudzubiillahiminzalik.. semoga penegak hukumnya bisa memandang kasus dengan adil ya bu," kata akun @you********.
"Gw sebagai orang tua tunggal kok sedih bgt ya bacanya, ga Tau kamu nak Ibu kamu itu antara kepala jadi kaki, kaki jadi kepala buat besarin kamu, kekerasan gimana sih ,kalo kamu itu dididik biar masa depanmu ga hancur, gak ada loh orang tua mau nasibnya sama kayak orang tuanya,ga paham sama anak2 jaman sekarang," tulis akun @ang*******.
"Ya Allah nangis bacanya, beneran susah yaa ngebesarin anak di zaman skrg ," kata akun @cea******.
Tak sedikit warganet yang juga kesal terhadap tindakan sang anak sudah terlewat batas.
Baca Juga: 4 Potret dan Profil Calon Asisten Raffi Ahmad, Punya Prestasi Mentereng dan Bukan Orang Sembarangan
"Gw kalau jd emaknya gw usir anak gw...biarin dah di bilang tega atau apapun setidaknya qt sebagai ortu udah usaha mati2an buat anak... Apalagi seorang single Parent," tulis akun @any******.
"Laporin balik bu! pasal perzinahan anak gatau diri!!!!!!! ibu lo siang malem banting tulang, lo tinggal sekolah aja banyak tingkah. anjirrrr ngilu bacanya ya Allah semoga ibu nya bisa kuat menghadapi cobaan ini," kata akun @fly****.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026