/
Rabu, 30 November 2022 | 19:59 WIB
Ibu Dilaporin ke Polisi Sama Anaknya yang Masih SMP ((Instagram))

Menjadi orang tua dari seorang ABG bisa dibilang merupakan tugas yang sangat berat. Niat mendidik dan melindungi anak dari pengaruh buruk di luar sana, bisa saja disalahartikan oleh anak, bahkan berakhir dengan laporan ke polisi. 

Inilah yang terjadi pada seorang ibu tunggal di Palembang, Curhatnya viral di media sosial setelah anaknya yang masih duduk di bangku SMP melaporkannya ke polisi atas dugaan kekerasan.

Mengutip akun Tiktok @babyshark yang diunggah ulang oleh akun Instgaram @lambe_turah, sang ibu menceritakan kelakuan anaknya saat berpacaran yang dianggap sudah kelewat batas tersebut.

Sang ibu mengaku sempat memarahi serta memberikan pelajaran kepada anak perempuannya yang dianggap telah berpacaran kelewat batas. 

Dalam pesan whatsapp di ponsel anaknya, ia menemukan kalimat vulgar yang tak seharusnya dikatakan oleh anak berusia 12 tahun.

“Hancur hati seorang ibu tahu anaknya udah liar kelewat batas,” ungkapnya.

Sedihnya, ibu ini juga mengaku menghidupkan anak-anaknya seorang diri sebagai single mom setelah ditinggalkan sang suami tanpa memberi nafkah.

Tidak ingin disalahkan sendiri jika terjadi apa-apa pada anaknya, ibu ini pun menghubungi mantan suaminya, dan menceritakan seluruh masalahnya. Ibu itu berpikit, ayah si anak akan bisa mendidik dengan lebih baik. Ia pun menyerahkan anaknya itu ke ayahnya. 

Seminggu kemudian, ketika akan menjemput anaknya, ia kaget karena si anak tak mau pulang. Si anak bahkan berkata kalau dirinya sudah melaporkan sang ibu ke polisi atas dugaan kekerasan. 

Baca Juga: Braakk! Truk versus Motor di Banyumanik Semarang, Satu Orang Tewas, Ini Kronologi Lengkapnya

Bukti surat pelaporan pun datang ke rumahnya 3 minggu kemudian. Di situ tertulis bahwa ia telah dilaporkan oleh anak dan keluarga mantan suaminya.

“Tega ngelaporin ibu sendiri ke polisi atas dugaan kekerasan, ibu yang sudah membesarkan dan menyekolahkan banting tulang,” ungkap sang ibu dalam postingannya.

Sontak, sejumlah warganet pun ramai memberikan komentarnya.

"Bener kan, fungsi penggaris kayu di sekolah buat apa? Anak 80-90an paham pasti. Lah generasi sekarang?" kata salah satu warganet, menyinggung metode pendisiplinan andalan guru-guru di sekolah dulu yang pakai penggaris kayu.  

"Homeschooling mahal ga sih? Pengen anak homeschooling aja," sambung warganet yang lain.

"Umur 12 tahun gw kalo dimarahin cuma sebatas pura-pura beresin baju mau kabur tapi ga tau mau kabur kemana kwkwkkw, ajaib deh anak jaman now," pungkas yang lain.

Load More