Menjadi orang tua dari seorang ABG bisa dibilang merupakan tugas yang sangat berat. Niat mendidik dan melindungi anak dari pengaruh buruk di luar sana, bisa saja disalahartikan oleh anak, bahkan berakhir dengan laporan ke polisi.
Inilah yang terjadi pada seorang ibu tunggal di Palembang, Curhatnya viral di media sosial setelah anaknya yang masih duduk di bangku SMP melaporkannya ke polisi atas dugaan kekerasan.
Mengutip akun Tiktok @babyshark yang diunggah ulang oleh akun Instgaram @lambe_turah, sang ibu menceritakan kelakuan anaknya saat berpacaran yang dianggap sudah kelewat batas tersebut.
Sang ibu mengaku sempat memarahi serta memberikan pelajaran kepada anak perempuannya yang dianggap telah berpacaran kelewat batas.
Dalam pesan whatsapp di ponsel anaknya, ia menemukan kalimat vulgar yang tak seharusnya dikatakan oleh anak berusia 12 tahun.
“Hancur hati seorang ibu tahu anaknya udah liar kelewat batas,” ungkapnya.
Sedihnya, ibu ini juga mengaku menghidupkan anak-anaknya seorang diri sebagai single mom setelah ditinggalkan sang suami tanpa memberi nafkah.
Tidak ingin disalahkan sendiri jika terjadi apa-apa pada anaknya, ibu ini pun menghubungi mantan suaminya, dan menceritakan seluruh masalahnya. Ibu itu berpikit, ayah si anak akan bisa mendidik dengan lebih baik. Ia pun menyerahkan anaknya itu ke ayahnya.
Seminggu kemudian, ketika akan menjemput anaknya, ia kaget karena si anak tak mau pulang. Si anak bahkan berkata kalau dirinya sudah melaporkan sang ibu ke polisi atas dugaan kekerasan.
Baca Juga: Braakk! Truk versus Motor di Banyumanik Semarang, Satu Orang Tewas, Ini Kronologi Lengkapnya
Bukti surat pelaporan pun datang ke rumahnya 3 minggu kemudian. Di situ tertulis bahwa ia telah dilaporkan oleh anak dan keluarga mantan suaminya.
“Tega ngelaporin ibu sendiri ke polisi atas dugaan kekerasan, ibu yang sudah membesarkan dan menyekolahkan banting tulang,” ungkap sang ibu dalam postingannya.
Sontak, sejumlah warganet pun ramai memberikan komentarnya.
"Bener kan, fungsi penggaris kayu di sekolah buat apa? Anak 80-90an paham pasti. Lah generasi sekarang?" kata salah satu warganet, menyinggung metode pendisiplinan andalan guru-guru di sekolah dulu yang pakai penggaris kayu.
"Homeschooling mahal ga sih? Pengen anak homeschooling aja," sambung warganet yang lain.
"Umur 12 tahun gw kalo dimarahin cuma sebatas pura-pura beresin baju mau kabur tapi ga tau mau kabur kemana kwkwkkw, ajaib deh anak jaman now," pungkas yang lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Rahasia Malang Sukses Hapus Praktik Pasung Sejak Tahun 2025
-
Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK
-
DC Studios Umumkan Joker: Laugh Riot, Jadi Serial Anime Pertama
-
Lihat Mantan Istri Bareng Pria Lain, Lelaki di Bandar Lampung Nekat Hajar Korban Hingga Terkapar
-
Heboh Warga Labuhanbatu Pergoki Diduga Oknum TNI Curi 16 Sapi
-
KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri
-
Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
Alasan Yamaha Gear Ultima Cocok Jadi Teman Mobilitas Harian, Irit Bahan Bakar dan Bagasi Luas