Kekinian, tidak sedikit warga masyarakat yang gemar mengunggah konten receh mereka ke berbagai media sosial. Misalnya saja, seperti orang yang melintasi jalan tak jauh dari gedung Bawaslu berikut ini.
Ya, beberapa waktu lalu pemilik akun TikTok @darimoli245 membagikan momen ketika ia melewati gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Karena hari sudah gelap, tentu saja lampu di gedung-gedung perkantoran dinyalakan. Namun ternyata dari kejauhan, terlihat salah satu lampu di gedung Bawaslu dalam kondisi mati.
Alhasil, tulisan dengan di gedung yang tadinya terbaca BAWASLU menjadi AWASLU akibat salah satu lampu mati.
Akibat matinya lampu di huruf B gedung Bawaslu ini, tidak sedikit warganet termasuk pengunggah tertawa terbahak-bahak.
Bukannya terbaca sebagai identitas, lampu di gedung tersebut malah bernada seolah-olah menandai seseorang.
"Kenapa sih Bawaslu (emoticon tertawa)," tulis @darimoli245 pada caption. Postingan video yang dibagikan menarik perhatian setelah ditonton lebih dari 200 ribu kali dan memperoleh 16 ribu tanda suka.
Dikutip dari Wikipedia, Badan Pengawas Pemilihan Umum (disingkat Bawaslu) merupakan badan yang bertugas dalam mengawasi jalannya penyelenggaraan Pemilu di seluruh Indonesia.
Mereka adalah lembaga yang bersifat independen dengan struktur anggota lima orang. Kalangan profesional yang menjadi anggota harus mempunyai kemampuan dalam melakukan pengawasan serta tidak menjadi anggota partai politik.
Baca Juga: Cara Membuat Surat Rekomendasi Syarat Rekrutmen BUMN 2022
Dihimpun dari laman Hitekno, melihat hal tersebut sontak warganet lain ikut tertawa dan memberikan berbagai tanggapan mereka melalui kolom komentar.
"Udah capek didemo pas 2019 kemarin..wkwkwk," kata salah seorang warganet.
"Gue merasa ditandain kalau lewat situ," balas pemilik akun lain.
"Mana pakai capslock lagi," komentar warganet lainnya.
"Bentar lagi W sama L-nya juga dimatiin," canda warganet lain.
"Harusnya ada tulisan terusannya: AWASLU GUE TANDAIN," celetuk warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026