Viral modus penipuan baru bermodus tanya paket di WhatsApp yang berakibat saldo rekening langsung terkuras.
Video tersebut sudah tersebar di media sosial dan meminta masyarakat untuk berhati-hati.
Satu akun Tiktok @course_net membokar modus penipuan tersebut.
Si penipu akan beraksi dengan pura-pura bertanya pada pelanggan ada paket yang akan datang.
Kemudian mereka mengirimkan file foto dalam format APK yang harus dilihat konsumen.
"Apakah benar berisi foto paket? foto tersebut berisi ekploit yang akan mengambil data korban, seperti ID user dan pasword e-banking yang dapat mengurasi saldo ATM kamu," ujar penjelasan akun tersebut.
Akun tersebut menjelaskan pencurian data konsumen yang dilakukan biasanya disebut Sniffing dalam dunia hacker.
Masyarakat pun diminta berhati-hati untuk menerima file atau WhatsApp dari orang tak dikenal.
Diduga korban dari penipuan tersebut sudah mencapai ratusan orang.
Baca Juga: Adhi Commuter Properti Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris
Apalagi, pelaku mengaku berasal dari petugas JNE, sehingga masyarakat dengan gampang percaya.
Melansir dari hops.id, pihak JNE juga telah membantah ada petugasnya yang melakukan penipuan. Pihak JNE meminta masyarakat lebih berhati-hati.
"Sprinter J&T Express tidak pernah meminta J&T Friends untuk mengunduh aplikasi melalui Whatsapp atau chat. Aplikasi resmi kami hanya ada di App Store dan Play Store dengan nama pencarian 'J&T Express'," tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Long Weekend Mei 2026 ke Danau Ranau? Ini Rute, Budget, dan Penginapan Terbaru yang Banyak Dicari
-
Atasi Banjir Kendari, Pemkot Bakal Bangun Tanggul Permanen di Kali Wanggu
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Fantastis, 22 Ribu Sumur Minyak Rakyat di Muba Disebut Bisa Putar Ekonomi hingga Miliaran Rupiah
-
Arab Saudi Akan Bangun Masjid Wakaf Atas Nama Jemaah Haji Tunanetra Asal Sinjai
-
Lebih dari 7.300 Pelari Ikut MILO ACTIV Indonesia Race 2026 di Medan
-
Long Weekend di Palembang? Ini 7 Kafe dengan WiFi Cepat yang Lagi Favorit buat Nongkrong
-
Daftar Pemain Muda Bergelar Pemain Terbaik di 5 Edisi Piala Dunia Terakhir
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Klarifikasi Ayu Aulia soal Rahim Diangkat, Bukan Cuma Karena Faktor Dihamili Bupati R