Baru-baru ini diketahui bahwa tes poligraf digunakan untuk memeriksa terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J. Terungkap, dari tes poligraf ini Putri Candrawati, Kuat Ma'ruf hingga Ferdy Sambo terindikasi tidak berkata jujur.
Berbanding terbalik dengan tiga terdakwa, berdasarkan tes poligraf, ahli melaporkan bahwa Richard Eliezer dam Ricky Rizal memberikan keterangan jujur.
Tidak sedikit orang-orang yang kemudian mempertanyakan bagaimana cara kerja poligraf sehingga bisa mendeteksi kebohongan seseorang.
Sebab dinilai kredibel, tak heran jika tes poligraf ini kerap digunakan dalam kasus tertentu untuk mengungkap indikasi kebohongan yang dilakukan oleh terdakwa.
Dikutip dari laman Hitekno, sebenarnya tes poligraf ini telah ada sejak akhir abad ke-19 silam berdasarkan jurnal ilmiah University of Southern California. Seiring berjalannya waktu, tentu saja alat tes poligraf ini semakin canggih dengan teknologi masa kini yang semakin maju.
Walaupun dikenal sebagai pendeteksi kebohongan, poligraf kenyataannya hanya menampilkan tanda-tanda fisiologis yang terkait dengan keadaan psikologis pembohong. Saat digunakan, alat ini kemudian akan menunjukan detak jantung, tekanan darah, pernapasan dan keringat di jari.
Hal ini terkait dengan kebiasaan seseorang yang berbohong saat diberikan pertanyaan yang sensitif. Yang terjadi pada tubuh biasanya adalah detak jantung yang kencang, tekanan darah meningkat serta keringat yang muncul.
Tekanan darah dan detak jantung akan terdeteksi oleh alat ini pada bagian manset yang melingkari lengan. Sedangkan untuk memantau pola pernapasan, akan ada alat yang merekam gerakan toraks dan volume pernapasan.
Pengukuran ketahanan kulit galvanik dilakukan dengan galvanometer yang berada di ujung jari subjek. Alat ini akan mengirimkan arus listrik kecil ke kult untuk mendeteksi saat telapak tangan menjadi berkeringat.
Baca Juga: Kok Bisa Identitas Iptu Umbaran Sebagai Polisi Tak Diketahui Saat Melamar Jadi Wartawan?
Sebelum poligraf digunakan, penyidik akan melakukan wawancara dan subjek. Beberapa pertanyaan penting lalu diberikan dalam tahap ini. Nantinya, reaksi subjek akan menjadi pengawasan penyidik.
Dimanfaatkan untuk mengungkap kebohongan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, itu tadi cara kerja poligrafi. Tidak hanya digunakan dalam bidang hukum, alat ini juga biasanya digunakan untuk pre-employment screening.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
-
Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak