Setelah konten mandi lumpur menuai kontroversi dan diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo), Sultan Akhyar kembali membuat konten mengemis online lainnya.
Kali ini, Sultan Akhyar membuat challenge ekstrem makan cabai sambil makan mi. Tak berbeda dengan konten mandi lumpur sebelumnya, dalam challenge ini, ia juga meminta saweran dari warganet.
Dikutip dari akun Instagram @hitsfogram, Rabu (15/2/2023), lelaki asal Lombok, Nusa Tenggara Barat tersebut tampaknya tidak kapok. Tanpa malu, ia bahkan mantap meminta saweran meski komentar negatif dan hujatan berseliweran di kolom komentar.
"Ini ada yang komentar yatim-yatim paling banyak ini, komentar makan dulu, komentar makan, saya tidak butuh komentar yatim ya, saya hanya butuh komentar makan dulu, langsung saya makan cabe ini, ya," ujar Sultan Akhyar.
"Teruntuk bocil yang komentar saya yatim, awas jangan ada yang komentar yatim ya, saya bukan yatim, saya bukan pengangguran, saya bukan pemalas ya," lanjutnya.
Unggahan tersebut tentu saja langsung menuai cibiran dan hujatan dari warganet. Bahkan, tak sedikit warganet yang melontarkan sindiran kepada lelaki tersebut.
"Makan lumpur, dong, biar pro," tulis salah seorang warganet.
"Kirain kontennya minum lumpur, pasti makin viral," sindir warganet.
"Ditunggu mandi bensinnya, saya kasih singa," tantang warganet.
Baca Juga: 3 Faktor Utama Penyebab Seseorang Alami Fobia, Dihantui Trauma Masa Lalu!
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang