/
Sabtu, 25 Februari 2023 | 09:22 WIB
Asib Ali dan Akash Elahi ((Youtube))

Asib Ali Bhore, pria India yang lamarannya ditolak perempuan asal Wajo, Sulawesi Selatan, ternyata masih berada di Indonesia. Terkini, ia diundang ke sebuah acara televisi Pagi-Pagi Ambyar, dan menceritakan pengalamannya setelah datang ke Indonesia.

Ditemani Akash Elahi, konten kreator asal Pakistan yang menjadi penerjemahnya, Asib Ali menceritakan kisah perkenalannya dengan Syarifah Haerunnisa hingga akhirnya mantap datang ke Indonesia untuk melamarnya.

Menurut Akash Elahi berdasarkan keterangan Asib Ali, perkenalan keduanya berawal dari sebuah grup WhatsApp yang berisi kumpulan pria-pria  India dan Pakistan.

"Dan banyak cewek-cewek dari Indonesia sama Filipina, nama grupnya hijrah," ucap Akash Elahi, mengutip Youtube TRANS TV Official, Sabtu (25/2/2023).

Menurut penjelasan Akash Elahi, komunikasi keduanya begitu intens selama 1,5 tahun, baik via chat maupun video call, meski hanya mengandalkan Google Translate.

Lalu, apa yang membuat Asib Ali begitu percaya kepada Syarifah Haerunnisa dan mau datang ke Indonesia?

"Dia ambil kepercayaan aku, dia suruh aku datang ke sini, dan dia mau nikah," kata Asib Ali, diterjemahkan oleh Akash Elahi.

Sebelum memutuskan datang ke Indonesia, Asib Ali mengaku sudah bertanya berkali-kali kepada Syarifah Haerunnisa mengenai keseriusannya.

"Sebelum datang, katanya sebelum dia pesan tiket, seribuan kali dia sudah tanya kepada cewek, kalau kamu mau nikah, baru saya beli tiket, karena jangan sia siakan uang saya," kata Akash Elahi menerjemahkan.

Baca Juga: Meutya Hafid: Inovasi Jadi Langkah Dasar Produksi Konten di Industri Kreatif

Akash Elahi pun mengaku sudah membaca chat antara Asib Ali dan kekasihnya, di mana sang gadis menegaskan bahwa keduanya akan menikah sehari setelah Asib Ali datang ke Wajo.

"Saya baca chat dari cewek. Kalau kamu datang tanggal 13, tanggal 14 kita nikah. Hari ini kamu datang, besok kita nikah," kata Akash Elahi menceritakan isi chat tersebut.

Asib Ali pun membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk menikah. 

"So dia bawa surat semua , ijin dari keluarga, unmarried certificate, untuk nikah di KUA," jelas Akash Elahi.

Yang lebih mengenaskan, karena disuruh buru-buru datang ke Indonesia, Asib Ali sampai memutuskan kontrak kerjanya di Saudi Arabia, dan membayar denda sebesar 3000 Riyal atau sekitar Rp12 juta. 

"Karena cewek suruh buru-buru kan, dia sudah kontrak kerja di Saudi, dia cancel kan visa, sampe bayar 3000 Riyal," kata Akash Elahi.

Load More