/
Rabu, 15 Maret 2023 | 17:16 WIB
Ajudan Pribadi ditangkap (Akbar Pera Baharudin alias Ajudan Pribadi saat dipamerkan polisi sebagai tersangka kasus penipuan. (Suara.com/Faqih))

Nama selebgram Akbar Pera Baharudin atau yang lebih populer dengan Ajudan Pribadi trending karena diduga melakukan penipuan senilai Rp1,3 miliar.

Tak hanya penipuan, pemilik akun Instagram @ajudan_pribadi ini juga diduga terlibat kasus penggelapan uang. 

Akbar ditangkap polisi di Makassar, Sulawesi Selatan pada 12 Maret 2023.

Sebagai informasi, pria bertubuh tambun ini kerap melucu dan memamerkan foto-fotonya dengan pejabat dan tokoh di media sosialnya.

Sebelum tenar dan hidup bergelimang harta, Akbar menghadapi kondisi finansial yang cukup sulit. 

Saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Cagur tiga tahun yang lalu, Akbar menceritakan bahwa ia tak lahir dari keluarga berada. Alasan biaya membuatnya harus berhenti sekolah saat kelas 2 SMP.

Mau tak mau, ia harus bekerja untuk menyambung hidup. Akabr lantas menjadi kuli bangunan. Saat menjadi kuli bangunan ini, dia diajak salah seorang pemborong kuli bangunan di Palopo, Sulawesi Selatan.

"Di situlah awal saya pertama punya moto, saya cicil dari kuli bangunan," ujar Akbar, dikutip pada Rabu (15/3/2023).

Tak hanya kuli bangunan, Akbar juga pernah menjadi pemulung bersama sang nenek saat SD.

Baca Juga: CEK FAKTA: Bharada E Kritis, Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit

Kemudian Akbar juga pernah berjualan kacang di dekat sebuah lapangan golf di Makassar, Sulawesi Selatan.

Di tempat tersebut, dia kerap diminta memijit orang-orang kaya setelah bermain golf. Karena keahliannya memijit, Akbar bertemu Andi Rukman Karumpa yang kelak menjadi bosnya.

Andi Rukman Karumpa lantas membawa AKbar ke Jakarta, sekitar 2017, namun kala itu Akbar tidak langsung menjadi ajudan pribadinya.

Mula-mula dia jadi tukang bersih-bersih. Namun karena prinsip kejujuran yang dipegang Akbar saat itu, ia direkrut menjadi ajudan pribadi.

"Biarpun kita S1, S2, punya S3, kalau tidak jujur sama saja kita enggak dipakai sama orang," ujar Ajudan Pribadi.

"Luar biasa," puji Denny Cagur.

Load More