Tamara Bleszynski hadir dalam agenda mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai digugat sang kakak, Ryszard Bleszynski senilai Rp34 miliar.
Namun ia mengaku kecewa mediasi tersebut gagal karena ketidakhadiran Ryszard Bleszynski di PN Jakarta Selatan
"Iya, saya sangat kecewa karena kemarin dibilang tanggal ini kakak saya yang menuntut saya Rp34 miliar datang, (tapi) dia tidak datang. Kemarin pun saya ke sini, dia tidak datang," ujar Tamara Bleszynski yang dikutip Mamagini dari YouTube Cumi Cumi, Rabu (15/3/2023).
Bahkan kata Tamara Bleszynski ia sudah jauh-jauh terbang dari Bali ke Jakarta dan mengorbankan anak dan pekerjaannya demi hadir di agenda sidang mediasi.
"Sangat kecewa, ya, karena Rp 34 miliar itu bukan main-main. Saya seperti merasa dipermainkan. Saya bolak-balik dari Bali ninggalin anak saya, ninggalin kerjaan saya," papar Tamara Bleszynski.
Ia pun meminta sang kakak tidak mempermainkannya dengan tak hadir di sidang mediasi.
"Maksud saya, janganlah mempermainkan orang. Saya ini, kan, single mother, saya punya warung, mungkin tidak sebesar kakak saya, tapi saya punya tanggung jawab," ungkap Tamara Bleszynski.
Lebih lanjut, Tamara Bleszynski menuturkan kasus tersebut sangat mengangggu kondisi mentalnya.
"Sangat, sangat, sangat mengganggu (mental). Sangat mengganggu psikologis saya, keadaan mental saya, karena saya meninggalkan anak kecil saya, saya ini ibu single mother. Saya ini punya warung, saya berusaha dari nol," kata Tamara Bleszynski.
Baca Juga: Momen Yuni Shara Bertemu Raffi Ahmad, Wajah Saltingnya Jadi Sorotan
Kata Tamara Bleszynski, sang kakak tak menghargai dirinya dan tak memiliki perasaan. Tamara Bleszynski menyebut dengan adanya kasus tersebut, ia harus mengeluarkan biaya besar untuk akomodasi dari Bali ke Jakarta.
"Tidak ada perasaan sama sekali dari kakak saya, menggugat orang, datang pun tidak dengan berbagai alasan. Bukan cuma karena itu, tapi, kan, secara finansial juga saya bolak-balik tiket ini berapa, astagfirullahalazim," tandasnya.
Kini, kasus gugatan Rp 34 miliar yang dilayangkan Ryszard Bleszynski sampai pada tahap penyerahan proposal. Rabu, 29 Maret 2023, masing-masing prinsipal akan menyerahkan dokumen terkait apa yang menjadi permintaan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring