Setelah aksi pengobatan Ibu Ida Dayak viral, tak sedikit publik yang memparodikan metode pengobatannya yang unik dan menjadikannya konten di media sosial.
Dalam mengobati pasien, Ibu Ida Dayak memang punya cara unik, yaitu dilakukan sambil menggoyangkan tubuhnya, sehingga sekilas dianggap seperti tengah berjoget.
Kesal dengan maraknya konten parodi joget Ibu Ida Dayak di media sosial, seorang lelaki yang mengaku keturunan Suku Dayak pun akhirnya buka suara.
Dikutip dari akun Instagram @lambe__danu, Sabtu (8/4/2023), seorang lelaki yang mengaku sebagai anak Suku Dayak Pasir, Kaltim, meradang dengan maraknya konten parodi yang seolah mengolok-olok Ibu Ida Dayak.
"Saya pribadi, kebetulan saya keturunan dari warga Dayak Pasir, Kalimantan Timur," kata lelaki berpakaian adat Dayak tersebut.
Dalam videonya, lelaki tersebut menyebut bahwa ada makna khusus dari aksi joget yang dilakukan Ibu Ida Dayak. Dikatakan, Ibu Ida Dayak bukan sekadar berjoget, melainkan sedang melakukan ritual yang biasa dilakukan leluhur.
"Kalian yang bikin konten yang mengolok-olok, yang dilakukan Ibu Dayak sambil berjoget itu bukan sembarangan, itu dari leluhur kami. Leluhur kami itu bukan hantu, itu orang tua kami. Jadi tidak ada alasan bikin konten untuk bercandaan menirukan pengobatan Ibu Dayak," ungkap lelaki tersebut.
"Tarian yang Ibu Dayak joget-joget itu, itu bukan joget sembarangan, itu bagian dari ritual. Saya sudah melihat konten ada keluarga yang joget sambil menyembuhkan ala Bu Ida, hati-hati saudara, kapuhunan. Bayangkan setelah Anda bikin konten, tangan atau jari Anda tidak balik lagi gimana? Itu bagian dari adat," kata lelaki yang hingga saat ini belum diketahui namanya.
Terakhir, sang pria pun meminta agar masyarakat senantiasa menghargai budaya orang lain.
Baca Juga: Konten Kreator Ramai-Ramai Parodikan Joget Ibu Ida Dayak, Warganet: Hati-Hati Kapuhunan!
"Semua suku ada adatnya. Jadi hormati, hargai. Hidup beradat, berteman beradat, menikah beradat, bahkan mati pun beradat," ujar lelaki tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
7 Masjid di Lampung yang Menyediakan Takjil & Buka Puasa Gratis Setiap Hari Selama Ramadan
-
Polda Banten Luruskan Status Tukang Ojek di Pandeglang: Belum Tersangka, Masih Penyelidikan
-
Tersangka AF Lawan Arus di Cibinong Hingga Menelan Korban Jiwa, Hasil Tes Urine Dinanti
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 24 Februari 2026: Catat Waktu Sahur, Subuh & Buka Puasa
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Waktu Imsak Bandar Lampung 24 Februari 2026 Hari Ini, Lengkap Jadwal Subuh dan Niat Puasa
-
KPK Periksa 3 Orang Terkait Korupsi Pembangunan Flyover SKA Pekanbaru, Siapa?
-
Waktu Imsak Palembang 24 Februari 2026 Hari Ini, Lengkap Jadwal Subuh dan Niat Puasa
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Batam, Selasa 24 Februari 2026
-
Baru 3 Hari Lahir, Bayi Ini Diduga Ditawarkan Rp52 Juta di Palembang