/
Jum'at, 28 April 2023 | 10:26 WIB
Cek Fakta: Andi Pangerang Ngaku hanya Suruhan dan Dibayar. (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddi yang terlibat dalam kasus ujaran kebencian 'halalkan darah semua Muhammadiyah' di Facebook mengaku hanya suruhan dan dibayar oleh seseorang.

Kabar tersebut disebarkan oleh akun Youtube dengan 333 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 26 April 2023.

"TERUNGKAP ANDI PANGERANG MENGAKU HANYA SURUHAN DAN DI BAYAR" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Jumat (28/4/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"BREAKING NEWS...!!
MOTIF ANCAMAN HABISI MUHAMMADIYAH
ANDI PANGERANG MENGAKU HANYA SURUHAN ORANG INI"

Namun begitu, apakah benar Andi Pangerang mengaku hanya sebagai suruhan dan dibayar orang?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan tentang Andi Pangerang yang mengaku hanya sebagai suruhan dan dibayar orang terkait kasus ujaran kebencian 'halalkan darah semua Muhammadiyah' di Facebook.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Andi Pangerang mengaku hanya sebagai suruhan dan dibayar orang.

Baca Juga: Diam-diam Song Hye Kyo Danai Pembangunan Museum Sejarah Korsel di Belanda?

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Andi Pangerang mengaku hanya sebagai suruhan dan dibayar orang terkait kasus ujaran kebencian 'halalkan darah semua Muhammadiyah' di Facebook.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim Andi Pangerang mengaku hanya sebagai suruhan dan dibayar orang terkait kasus ujaran kebencian 'halalkan darah semua Muhammadiyah' di Facebook merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More