/
Rabu, 10 Mei 2023 | 13:17 WIB
Cek Fakta: Tak Becus Urus Jateng, Jutaan Rakyat Desak Ganjar Mundur, Benarkah? (thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa jutaan rakyat mendesak Ganjar Pranowo untuk mundur dari jabatan Gubernur karena tak becus mengurus Jawa Tengah.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 9,3 ribu pengikut bernama KOPI POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 9 Mei 2023.

"TAK BECUS URUS JATENG !! JUTAAN RAKYAT DESAK GANJAR MUNDUR" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Rabu (10/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"POLISI KEWALAHAN
JUTAAN RAKYAT JATENG DESAK GANJAR MUNDUR"

Namun begitu, apakah benar jutaan rakyat mendesak Ganjar Pranowo mundur dari jabatan Gubernur karena tak becus mengurus Jawa Tengah hingga membuat polisi kewalahan?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan jutaan rakyat yang mendesak Ganjar Pranowo mundur dari jabatan gubernur.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa polisi dibuat kewalahan oleh jutaan rakyat yang mendesak Ganjar Pranowo mundur dari jabatan Gubernur.

Baca Juga: Momen Mengharukan, Atlet Putri Kamboja Tetap Lanjutkan Lomba Meski Tertinggal Jauh dari Lawan-lawannya

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan jutaan rakyat mendesak Ganjar Pranowo mundur dari jabatan Gubernur karena tak becus mengurus Jawa Tengah hingga membuat polisi kewalahan.

Yang benar adalah, sejumlah tokoh menyarankan Ganjar Pranowo untuk mundur dari jabatan Gubernur Jateng karena dirinya diusung menjadi calon presiden oleh PDIP.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi jutaan rakyat mendesak Ganjar Pranowo mundur dari jabatan Gubernur karena tak becus mengurus Jawa Tengah merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Load More