Belakangan ini beredar video dengan klaim Sri Mulyani dan Arteria Dahlan dijemput paksa lantaran terbukti bersekongkol dalam kasus 349 Triliun.
Informasi ini didapatkan dari salah satu unggahan kanal Youtube Kabar News tertanggal 10 Juni 2023 dengan judul sebagai berikut.
"GEGER MALAM INI || SRI MULYANI & ARTERIA DIJEMPUT PAKSA MALAM INI, TERBUKTI SEKONGKOL DIKASUS 349 T"
Unggahan ini dilengkapi dengan sampul berupa potret Sri Mulyani dan Arteria Dahlan dalam busana oranye.
Sebagaimana diketahui, kasus dugaan tindak pidana pencucian uang senilai Rp349 Triliun yang menyeret Kementerian Keuangan tengah menjadi perbincangan hangat.
Hingga saat ini video tersebut telah disaksikaan lebih dari 10 ribu kali dan menuai beragam komentar.
Namun, benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Setelah ditelusuri, klaim yang menyebut Sri Mulyani dan Arteria Dahlan diseret paksa lantaran terbukti bersekongkol dalam kasus 349 Triliun adalah salah.
Baca Juga: Ini Kata Pengamat Alasan Puan Maharani Gercep Bertemu AHY: Sebelum ke Kubu Prabowo
Tidak ada bukti valid yang ditunjukkan dalam video terkait penangkapan Sri Mulyani dan Arteria Dahlan ataupun keterlibatan keduanya dalam kasus 349 Triliun.
Dalam video berdurasi 8 menit 4 detik tersebut, narator hanya membacakan artikel dari portal berita finance.detik.com dengan judul 'Stafus Sri Mulyani Akui 9 Eks Pejabat Kemenkeu Terlibat Transaksi Mencurigakan'
Pada artikel tersebut, stafsus menkeu bidang komunikasi strategis, Yustinus Prastowo menyebut bila terdapat 9 eks pejabat yang terlibat transaksi mencurigakan dengan rincian lima orang sudah menjadi terpidana, tiga orang berstatus tersangka, dan satu orang sebagai saksi.
Yustinus juga menegaskan bila kasus 9 eks pejabat tersebut merupakan kasus lama.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, video dengan klaim Sri Mulyani dan Arteria Dahlan dikemput paksa lantaran terbukti bersekongkol dalam kasus Rp349 Triliun adalah tidak benar alias hoaks.
Unggahan ini termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Menegangkan! Detik-Detik Nyawa AHY Nyaris Melayang Sia-Sia
-
CEK FAKTA: Sri Mulyani Panik, Jusuf Hamka Didampingi Mahfud MD Tagih Utang Rp800 Miliar, Benarkah?
-
Fakta atau Hoaks: Benarkah Agar Mau Datang Lionel Messi Minta Syarat Ini ke Erick Thohir?
-
CEK FAKTA: Kritis! Ida Dayak Tiba di Rumah Sakit Singapura
-
CEK FAKTA: Prabowo Pilih Mundur Jadi Capres Gegara Kalah Telak dari Ganjar, Benarkah?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik