Bisnis / Keuangan
Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB
IHSG diproyeksikan tembus level 6.000 ke pada pekan depan. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level 5.900 hingga 6.000 pada perdagangan pekan depan berdasarkan analisis teknikal.
  • MNC Sekuritas memperingatkan potensi koreksi IHSG menuju area 5.472 hingga 5.540 karena tekanan jual yang masih membayangi pasar.
  • Investor disarankan mencermati saham AVIA, JPFA, MLPL, dan PSAB menggunakan strategi buy on weakness sesuai analisis MNC Sekuritas.

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi koreksi mengingat tekanan jual masih membayangi pergerakan indeks.

Tim riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji area 5.900 hingga 6.000 pada perdagangan pekan depan.

"Secara teknikal, IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10. Indikator MACD dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross, sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.900-6.000 pada pekan depan," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya yang dikutip, Minggu (5/7/2026).

IHSG diproyeksi ke level 6.000 pekan depan. [Antara]

Meski demikian, pandangan berbeda disampaikan analis MNC Sekuritas. Berdasarkan analisis Elliott Wave, penguatan IHSG dinilai masih belum sepenuhnya aman karena terdapat peluang indeks kembali terkoreksi sebelum melanjutkan tren naik.

Dalam risetnya disebutkan, IHSG menguat 2,28 persen ke level 5.875 dengan didominasi volume pembelian. Namun, penguatan tersebut masih tertahan di area rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).

Sementara itu, pada grafik mingguan IHSG masih mencatat pelemahan 0,35 persen dan didominasi tekanan jual. Dalam kondisi tersebut, indeks masih berpotensi mengalami koreksi menuju area 5.472 hingga 5.540.

Untuk perdagangan selanjutnya, MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di 5.486 dan 5.317, sedangkan level resistance berada di 6.007 dan 6.286.

MNC Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati investor melalui strategi buy on weakness, berikut daftarnya:

Baca Juga: BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

PT Avia Avian Tbk (AVIA)

  • Buy on Weakness: Rp254-Rp288
  • Target Price: Rp330 dan Rp348
  • Stop Loss: di bawah Rp248

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

  • Buy on Weakness: Rp1.975-Rp2.020
  • Target Price: Rp2.100 dan Rp2.210
  • Stop Loss: di bawah Rp1.925

PT Multipolar Tbk (MLPL)

  • Buy on Weakness: Rp79-Rp81
  • Target Price: Rp89 dan Rp97
  • Stop Loss: di bawah Rp75

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)

  • Buy on Weakness: Rp390-Rp402
  • Target Price: Rp444 dan Rp464
  • Stop Loss: di bawah Rp374

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More