/
Selasa, 13 Juni 2023 | 18:37 WIB
CEK FAKTA: 2 Anak Buah Akui Luhut Pandjaitan Punya Bisnis Ilegal di Papua, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa terdapat dua anak buah Luhut Binsar Pandjaitan yang membuat pengakuan bahwa Menko Marves tersebut memiliki bisnis ilegal di Papua.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 341 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 13 Juni 2023.

"2 ANAK BUAH LUHUT AKUI BISNIS ILEGAL BESAR YANG BERADA DI PAPUA" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (13/6/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga telah direkayasa sebagai thumbnail dengan narasi berikut:

"2 ANAK BUAH LUHUT AKUI SEMUA
TERNYATA BENAR BISNIS ILEGAL DI PUPA MILIK LORD"

Namun begitu, apakah benar terdapat dua anak buah Luhut yang mengatakan Luhut memiliki bisnis ilegal di Papua?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait adanya dua anak buah Luhut Binsar Pandjaitan yang akui bosnya memiliki bisnis ilegal di Papua.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Luhut memiliki bisnis ilegal di Papua.

Baca Juga: 4 Drama Korea Bergenre Thriller yang Menegangkan, Jangan Nonton Sendiri!

Faktanya, berdasarkan penelusuran, Luhut sendiri membantah memiliki bisnis di Papua.

"Saya jengkel sekali saya dituduh sebagai punya bisnis di Papua yang saya tidak pernah melakukan itu," kata Luhut saat bersaksi di sidang kasus pencemaran nama baiknya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (8/6/2023).

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan terdapat dua anak buah yang mengatakan Luhut memiliki bisnis ilegal di Papua merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More