/
Senin, 19 Juni 2023 | 15:36 WIB
Presiden Jokowi (Dok. Biro Pers Istana)

Dalam beberapa waktu ke depan, pemerintah akan segera mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Hal itu dikatakan oleh Presiden Jokowi saat menghadiri peringatan satu dekade Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) di Bogor, Minggu (18/6/2023). 

Meski terdengar seperti berita baik, Jokowi melanjutkan pernyataan tersebut dengan kabar yang membuat miris. 

"Ini hati-hati kalau sudah masuk endemi, kalau kena Covid-19 bayar. Saat ini masih ditanggung pemerintah, begitu masuk endemi, jangan tepuk tangan dulu, sakit Covid-19 bayar. Konsekuensinya itu,"  kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pemerintah mempertimbangkan untuk mengganti status pandemi menjadi endemi lantaran melihat jumlah kasus harian dan kasus aktif Covid-19 yang melandai, serta luasnya cakupan vaksinasi Covid-19.

Jokowi menyebutkan bahwa hingga saat ini, jumlah dosis vaksin Covid-19 sudah mencapai 452 juta dosis. Dengan jumlah tersebut, ia mengklaim tingkat imunitas masyarakat Indonesia terhadap virus tersebut mencapai 98 persen.

Keputusan status endemi ini, menurutnya, akan dimatangkan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. 

"Sudah kami putuskan untuk masuk ke endemi, tetapi kapan diumumkan, baru dimatangkan, dalam seminggu, dua minggu," beber Jokowi.

Sadar bahwa keputusan ini akan menuai kontroversi, Jokowi pun meminta masyarakat bersyukur dengan perkembangan penanganan Covid-19 saat ini. 

Pasalnya, ia menyebut bahwa dulu dirinya tak dapat membayangkan kapan pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir.

Baca Juga: Tak Beri Nafkah, Doddy Sudrajat Malah Sering Dikasih Duit oleh Chika Anak Puput

"Harus kita syukuri karena memang dulu saya enggak bayangin ini akan selesai kapan, ini entah sampai kapan, enggak bisa dibayangin. Sudah kena satu, sudah kena delta, omicron, ternyata memang patut kita syukuri," pungkas Jokowi.

Load More